{"gerak":[{"n":1,"bab":2,"dari":"Sungai Duyung","ke":"Bentan","cara":"laut","kend":"lading","tujuan":"berpindah bersama ibu bapa supaya mudah mencari makan","bersama":["Hang Mahmud","Dang Merdu"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"18","petikan":"Maka Hang Mahmud pun berlengkaplah dengan sebuah lading. Setelah sudah, maka Hang Mahmud pun berpindahlah ke Bentan."},"tiba":{"hlm":"18","petikan":"Maka ia pun berbuat rumah hampir kampung Bendahara Paduka Raja. Maka Hang Mahmud pun berjual dan berkedai makanan di kedainya itu."},"di_sana":"Keluarganya berumah dan berkedai makanan dekat kampung Bendahara Paduka Raja. Hang Tuah membesar di situ, mengaji, membelah kayu api di hadapan kedai dan bersahabat dengan Hang Jebat, Hang Kasturi, Hang Lekir dan Hang Lekiu.","pasti":"nyata","catatan":"Ayat perpindahan hanya menyebut Hang Mahmud; Hang Tuah ikut sebagai anak kecil (hlm. 18: “lagi pula kita tiga beranak, baiklah kita pergi pindah ke Bentan”; hlm. 33: “Asalnya orang itu orang Sungai Duyung. Maka ia bersuaka dan berpindah ke mari”). Teks menyebut lading tetapi tidak menyebut belayar; cara “laut” disimpulkan daripada kenderaan itu. Tempat lahir Hang Tuah tidak diceritakan; teks cuma kata dia “anak Hang Mahmud di Sungai Duyung”."},{"n":2,"bab":2,"dari":"Bentan","ke":"Pulau Tinggi","cara":"laut","kend":"perahu lading","tujuan":"merantau mencari makan","bersama":["Hang Jebat","Hang Kasturi","Hang Lekir","Hang Lekiu"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"20","petikan":"Setelah sudah lengkap, maka kelima bersahabat pun bermohonlah pada ibu bapanya lalu naik perahu. Maka belayarlah ke Pulau Tinggi."},"tiba":{"hlm":"20","petikan":"Setelah hampir, dilihatnya budak-budak lima orang sebaya kelimanya, baik rupanya. Maka Hang Tuah pun sampailah ke darat."},"di_sana":"Dikejar tiga buah perahu musuh, Hang Tuah membelokkan lading ke pulau lalu naik ke darat. Lima sahabat itu bertikam dengan orang musuh di pantai, membunuh sebahagiannya, menawan sepuluh orang yang luka dan merampas sebuah sampan.","pasti":"nyata","catatan":"Teks menyebut mereka belayar ke Pulau Tinggi, tetapi tempat mendarat hanya disebut “pulau itu” (hlm. 20: “Oleh Hang Tuah dibelokkan perahunya itu menuju pulau itu”). Pulau Tinggi satu-satunya pulau yang dinamakan sebelum itu, jadi pulau pertempuran itu dibaca sebagai Pulau Tinggi; teks tidak menegaskannya. Lading itu milik Hang Mahmud (hlm. 19). Umur Hang Tuah sekitar sepuluh tahun."},{"n":3,"bab":2,"dari":"Pulau Tinggi","ke":"selat Singapura","cara":"laut","kend":"perahu lading","tujuan":"belayar menuju Singapura selepas bertempur, sambil dikejar perahu musuh","bersama":["Hang Jebat","Hang Kasturi","Hang Lekir","Hang Lekiu","sepuluh orang tawanan"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"21","petikan":"Maka sampan yang tinggal sebuah itu pun dirampas. Sudah itu maka Hang Tuah pun belayarlah menuju Singapura."},"tiba":{"hlm":"21","petikan":"Maka dilihatnya oleh Hang Tuah dendang itu keluar dari selat Singapura. Maka segera ditujuinya oleh Hang Tuah."},"di_sana":"Hang Tuah bertemu tujuh buah dendang batin Singapura yang sedang keluar hendak ke Bentan; perahu musuh pun undur. Dia menceritakan pertempuran itu kepada batin, lalu naik ke perahu batin bersama tawanan.","pasti":"nyata","catatan":"Hang Tuah tidak mendarat di Singapura. Dia belayar “menuju Singapura” dan bertemu angkatan batin Singapura di laut ketika dendang itu “keluar dari selat Singapura”; titik pertemuan itu saya namakan “selat Singapura”, teks tidak menyebut dia masuk ke selat. Pertemuan itu sendiri: hlm. 22, “Maka Hang Tuah pun datang mendapatkan dendang tujuh buah itu.”"},{"n":4,"bab":2,"dari":"selat Singapura","ke":"Bentan","cara":"laut","kend":"dendang batin Singapura","tujuan":"pulang ke Bentan membawa tawanan","bersama":["Hang Jebat","Hang Kasturi","Hang Lekir","Hang Lekiu","batin Singapura","sepuluh orang tawanan"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"23","petikan":"Maka dendang tujuh buah itu pun belayarlah. Maka Hang Tuah dan Hang Jebat pun membawa persembah akan penghulu itu lima ratus sumpitan."},"tiba":{"hlm":"23","petikan":"Arakian beberapa lamanya belayar, maka sampailah ke Bentan. Maka Hang Tuah kelima bersaudara pun bermohonlah pada penghulu itu hendak pulang ke rumahnya."},"di_sana":"Hang Tuah dan sahabatnya pulang ke rumah ibu bapa di kampung Bendahara Paduka Raja membawa sepuluh orang tawanan. Batin Singapura kemudian menyampaikan kisah mereka kepada Bendahara.","pasti":"nyata","catatan":"Batin menyuruh lima sahabat itu naik ke perahunya dan lading mereka ditunda (hlm. 22: “baiklah tuan hamba kelima bersaudara naik ke perahu hamba ini ... dan tundalah”). Teks menyebut “batin Singapura” dan “penghulu Singapura” untuk orang yang sama."},{"n":5,"bab":2,"dari":"Bentan","ke":"Bukit Pancalusa","cara":"darat","kend":"berjalan kaki","tujuan":"berguru kepada Aria Putera","bersama":["Hang Jebat","Hang Kasturi","Hang Lekir","Hang Lekiu"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"25","petikan":"Maka kelimanya pun berlengkaplah akan berjalan dan bermohon pada ibu bapanya, lalu berjalan."},"tiba":{"hlm":"25","petikan":"Berapa antaranya maka Hang Tuah pun sampailah kepada tempat Aria Putera. Tatkala itu Aria Putera pun sudah turun dari pertapaan."},"di_sana":"Lima sahabat itu berhamba kepada Aria Putera dan diajar ilmu isyarat hulubalang, firasat dan ilmu penjurit; Hang Tuah diajar lebih daripada yang lain. Aria Putera berpesan supaya dia berguru kepada Sang Persata Nala apabila ke Majapahit kelak. Mereka tinggal tujuh hari.","pasti":"nyata","catatan":"Nama bukit tidak disebut ketika bertolak (hlm. 25: “Ada seorang di bukit ini; ia bertapa, Aria Putera namanya”); nama Bukit Pancalusa muncul pada hlm. 28: “Hang Tuah pergi berguru di Bukit Pancalusa kepada Aria Putera. Maka datanglah tujuh hari Hang Tuah di sana”. Kata “bukit ini” memberi gambaran bukit itu dekat dengan negeri Bentan. Tujuh hari ialah tempoh tinggal, bukan tempoh perjalanan."},{"n":6,"bab":2,"dari":"Bukit Pancalusa","ke":"Bentan","cara":"darat","kend":"berjalan kaki","tujuan":"pulang ke rumah ibu bapa atas suruhan Aria Putera","bersama":["Hang Jebat","Hang Kasturi","Hang Lekir","Hang Lekiu"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"28","petikan":"Maka oleh Sang Aria Putera dipeluk diciumnya akan Hang Tuah kelima bersahabat. Maka Hang Tuah pun bermohonlah kembali dengan sukacitanya."},"tiba":{"hlm":"28","petikan":"Berapa lamanya berjalan maka sampailah ke rumah ibu bapanya. Setelah Hang Mahmud melihat anaknya datang dengan segala sahabatnya itu, maka ia pun terlalu sukacita."},"di_sana":"Keesokan harinya Hang Tuah membunuh seorang pengamuk dengan kapak, kemudian bersama empat sahabatnya membunuh empat pengamuk yang menyerbu Bendahara. Bendahara mengambil mereka sebagai anak angkat dan raja mahu menjadikan mereka biduanda.","pasti":"nyata","catatan":""},{"n":7,"bab":2,"dari":"Bentan","ke":"Pulau Biram Dewa","cara":"laut","kend":"perahu","tujuan":"mengiring Tun Mat melihat tamasya dan berburu","bersama":["Tun Mat","Hang Jebat","Hang Kasturi","Hang Lekir","Hang Lekiu"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"34","petikan":"Setelah keesokan harinya, maka Tun Tuah dan Hang Jebat, Hang Kasturi, Hang Lekir, Hang Lekiu pun pergilah dengan Tun Mat ke pulau Biram Dewa itu."},"tiba":{"hlm":"35","petikan":"Maka Tun Mat dan Hang Tuah dan Hang Jebat bermainlah dalam pulau itu, tiadalah bercerai lagi"},"di_sana":"Sakai di pulau itu berburu dan banyak beroleh perburuan. Hang Tuah menemui seekor ular cintamani dalam tandan pisang masak lalu menyimpannya dalam dastarnya, kemudian mengajak Tun Mat pulang.","pasti":"nyata","catatan":"Petikan berangkat merentas sempadan halaman 34 ke 35. Perahu hanya disebut ketika pulang (hlm. 35: “naiklah perahu lalu kembali”); perjalanan pergi disimpulkan sama. Jarak pulau itu dari Bentan tidak dinyatakan."},{"n":8,"bab":2,"dari":"Pulau Biram Dewa","ke":"Bentan","cara":"laut","kend":"perahu","tujuan":"pulang membawa hasil perburuan","bersama":["Tun Mat","Hang Jebat","Hang Kasturi","Hang Lekir","Hang Lekiu"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"35","petikan":"Maka kata Tun Mat, “Sungguhlah kata kakak Tuah itu.” Maka sekaliannya pun naiklah perahu lalu kembali."},"tiba":{"hlm":"35","petikan":"Setelah sampai ke rumah, maka kata Bendahara, “Banyakkah anakku beroleh perburuan?”"},"di_sana":"Hang Tuah mempersembahkan ular cintamani kepada Bendahara. Selepas itu dia dibawa mengadap raja, diambil menjadi budak di bawah bendul, dianugerahi keris panjang dan menjadi orang yang paling karib dengan raja.","pasti":"nyata","catatan":"Dalam teks ada pemisah bahagian (* * *) di antara dua ayat petikan berangkat; perkataannya tidak diubah. “Rumah” di sini ialah rumah Bendahara di Bentan. Pada hujung bab Hang Tuah memohon ikut angkatan ke Palembang tetapi Bendahara tidak menyokongnya (hlm. 38); tiada perjalanan ke Palembang diceritakan."},{"n":9,"bab":3,"dari":"Bentan","ke":"segenap pulau","cara":"laut","kend":"kenaikan dan kelengkapan raja","tujuan":"mengiring raja dan Ratu Melayu berburu sambil mencari tempat membuat negeri","bersama":["raja Bentan","Ratu Melayu","Hang Jebat","Hang Kasturi","Hang Lekir","Hang Lekiu","Bendahara Paduka Raja","Temenggung"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"53","petikan":"Setelah datang pada ketika hari yang baik maka baginda pun berangkatlah dengan Ratu Melayu ke Gunung Ledang dengan segala bunyi-bunyian terlalu ramai."},"tiba":{"hlm":"53","petikan":"Maka baginda pun singgah segenap pulau berburu dan bermain. Maka terlalu banyak beroleh perburuan berbagai-bagai rupanya."},"di_sana":"Rombongan raja singgah berburu dan bermain di pulau-pulau sepanjang jalan dan beroleh banyak perburuan serta buah-buahan. Tiada perbuatan Hang Tuah sendiri disebut di persinggahan ini.","pasti":"tersirat","catatan":"Persinggahan tidak bernama dan bilangannya tidak disebut: “singgah segenap pulau”. Hang Tuah tidak disebut ketika bertolak atau singgah; dia dikira ikut kerana disebut bersama rombongan sebaik tiba di Pulau Ledang. Teks tidak menyebut belayar bagi perjalanan pergi; cara “laut” disimpulkan daripada persinggahan di pulau-pulau dan kelengkapan yang diturunkan Bendahara (hlm. 52–53). Raja tidak dinamakan dalam bab ini (“baginda”); dia raja Bentan."},{"n":10,"bab":3,"dari":"segenap pulau","ke":"Pulau Ledang","cara":"laut","kend":"kenaikan dan kelengkapan raja","tujuan":"mengiring raja dan Ratu Melayu berburu sambil mencari tempat membuat negeri","bersama":["raja Bentan","Ratu Melayu","Hang Jebat","Hang Kasturi","Hang Lekir","Hang Lekiu","Bendahara Paduka Raja","Temenggung"],"tempoh":"","berangkat":null,"tiba":{"hlm":"53","petikan":"Maka baginda dengan Ratu Melayu itu pun sampailah ke Pulau Ledang. Maka baginda pun naik sama-sama dengan Ratu Melayu dan segala rakyat pun naiklah ke pulau itu."},"di_sana":"Hang Tuah dan sahabatnya membawa anjing perburuan. Dia dan Hang Jebat melihat seekor pelanduk putih menerajang dua ekor anjing ke dalam sungai, lalu mempersembahkannya kepada raja; raja memutuskan membuat negeri di pulau itu. Hang Tuah tinggal bersama Bendahara dan membuat tingkap istana baharu.","pasti":"nyata","catatan":"Percanggahan nama dalam teks: ketika bertolak disebut “ke Gunung Ledang” (hlm. 53), tetapi rancangan (hlm. 52) dan ketibaan (hlm. 53) menyebut “Pulau Ledang”; tempatnya digambarkan sebagai pulau yang ada hutan dan sungai. Pulau inilah yang kemudian dinamakan negeri Melaka (hlm. 55), jadi “Pulau Ledang” dan “Melaka” dalam fail ini ialah tempat yang sama. Kehadiran Hang Tuah: hlm. 53, “Maka Hang Tuah, Hang Jebat, Hang Kasturi, Hang Lekir, Hang Lekiu pun turutlah membawa anjing itu”. Raja dan Ratu Melayu pulang dahulu ke Bentan (hlm. 55); Hang Tuah tidak ikut pulang ketika itu."},{"n":11,"bab":3,"dari":"Pulau Ledang","ke":"Bentan","cara":"laut","kend":"","tujuan":"pulang mengadap raja selepas negeri dan istana siap","bersama":["Bendahara Paduka Raja"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"55","petikan":"Setelah sudah negeri dan istana dan balairung itu maka Bendahara dan Hang Tuah pun pulanglah ke Bentan mengadap; Temenggung tinggal menunggu dia."},"tiba":{"hlm":"55","petikan":"Setelah sampai ke Bentan lalu masuk mengadap. Tatkala itu raja dan Ratu Melayu lagi diadap oleh segala pegawai dan petuanan santap minuman."},"di_sana":"Bendahara dan Hang Tuah melaporkan negeri itu sudah siap; raja menamakannya Melaka dan menganugerahi mereka persalin. Hang Tuah kemudian bertunggu di tempat Ratu Melayu beradu sehingga Ratu Melayu belayar pulang.","pasti":"nyata","catatan":"Teks tidak menyebut cara atau kenderaan pulang; “laut” disimpulkan kerana tempat itu pulau. Tempoh tinggal di pulau tidak dinyatakan (Bendahara berjanji siap dalam empat puluh hari, hlm. 54). Sebelum perjalanan ke Pulau Ledang, Hang Tuah ada berkayuh dari istana ke kuala Bentan menemui jong Raden Wira Nantaja (hlm. 47–48); itu tidak dicatat sebagai gerak kerana kuala itu pelabuhan Bentan sendiri."},{"n":12,"bab":3,"dari":"Bentan","ke":"Melaka","cara":"laut","kend":"","tujuan":"berpindah mengikut raja ke negeri baharu","bersama":["raja Melaka","segala pegawai dan petuanan"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"60","petikan":"Maka baginda pun berangkatlah ke Melaka dengan segala pegawai dan petuanan sekalian habis berpindah mengikut raja. Maka negeri Bentan pun tinggallah senyap sunyi."},"tiba":{"hlm":"60","petikan":"Berapa lamanya maka sampailah ke Melaka. Maka Temenggung Sarwa Raja pun naiklah ke istana. Maka dilihat baginda tempat negeri dan tempat istana itu terlalu baik."},"di_sana":"Raja melihat negeri dan istana baharu itu, bersukacita dan memberi anugerah kepada Temenggung serta pegawai yang menunggunya. Tiada perbuatan Hang Tuah sendiri disebut ketika tiba.","pasti":"tersirat","catatan":"Hang Tuah tidak disebut namanya dalam perpindahan ini. Dia dikira ikut kerana dia hamba raja yang paling karib, semua pegawai dan petuanan “habis berpindah mengikut raja”, dan yang tinggal menunggu Bentan hanya Tun Utama dan Tun Bija Sura dengan seribu orang (hlm. 60). Cara: hlm. 60, “Maka raja pun belayarlah ke Melaka.” Melaka ialah Pulau Ledang yang sudah dibuat negeri. Hang Tuah tidak disebut ikut menghantar Ratu Melayu ke Tuban (hlm. 58)."},{"n":13,"bab":5,"dari":"Melaka","ke":"Majapahit","cara":"laut","kend":"Mendam Berahi","tujuan":"utusan meminang puteri Seri Betara Majapahit untuk Raja Melaka","bersama":["Patih Kerma Wijaya","Hang Jebat","Hang Kasturi","Hang Lekir","Hang Lekiu"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"97","petikan":"Setelah sampai maka disambut oleh Bentara Tun Tuah ditaruhnya pada tempat yang mulia. Setelah sudah maka Mendam Berahi pun belayarlah. Maka bedil pun dipasang oranglah."},"tiba":{"hlm":"97","petikan":"Berapa lamanya maka belayar itu maka sampailah ke Majapahit, lalu berlabuh di kuala. Maka bedil pun dipasang oranglah seperti bertih bunyinya."},"di_sana":"Hang Tuah, sebagai upaduta di bawah Patih Kerma Wijaya, mengiringkan surat dan bingkis masuk ke negeri tanpa berganjak walaupun diserbu enam puluh penjurit yang disuruh mengamuk, lalu mengadap Seri Betara dan Patih Gajah Mada. Sementara menunggu Raden Aria dan rangga pulang dari benua Keling, dia membuktikan cela kuda bingkisan raja benua Keling dengan menunggangnya sendiri, mengubati kuda itu selama tujuh hari, dan menerima ganjaran Seri Betara.","pasti":"nyata","catatan":"Teks tidak menyebut sebarang persinggahan dalam pelayaran pergi ini dan tidak menyebut tempohnya (hanya 'berapa lamanya'). Kuala tempat berlabuh tidak diberi nama lain; perarakan masuk 'ke dalam negeri' pada keesokan harinya (hlm. 100) dikira dalam Majapahit yang sama. Angkatan ini tujuh buah kelengkapan selain Mendam Berahi (hlm. 98). Di Majapahit, Hang Tuah menunggang kuda keluar lawang seketang hingga ke sebuah sungai yang tidak bernama (hlm. 109); ini dikira pergerakan sekitar kota, bukan gerak. Gunung Arta Pura hanya disebut sebagai niat (hlm. 103), dia tidak pergi. Pelayaran pulang bermula di hujung bab (hlm. 111) tetapi ketibaannya di Tuban hanya pada hlm. 112 (bab 6), maka tidak dicatat di sini."},{"n":14,"bab":6,"dari":"Majapahit","ke":"Tuban","cara":"laut","kend":"Mendam Berahi","tujuan":"pulang ke Melaka membawa surat dan bingkis Betara Majapahit selepas perutusan meminang","bersama":["Patih Kerma Wijaya","Hang Jebat","Hang Kasturi","Hang Lekir","Hang Lekiu","Raden Aria"],"tempoh":"tujuh hari tujuh malam","berangkat":{"hlm":"111","petikan":"Setelah sudah, Mendam Berahi pun memasang bedil dan meriam lalu menarik layar lalu berlayarlah terlalu lajunya seperti burung terbang lakunya."},"tiba":{"hlm":"112","petikan":"MAKA antara tujuh hari tujuh malam maka sampailah ke Tuban. Maka Mendam Berahi pun berlabuh di labuhan Tuban itu menantikan perahunya yang banyak itu."},"di_sana":"Mendam Berahi berlabuh di labuhan Tuban menunggu perahu-perahu lain yang ketinggalan. Sang Adipati Tuban dan orang besarnya menghantar makanan, sirih pinang dan buah-buahan kepada Patih Kerma Wijaya dan Tun Tuah; pada hari kelapan barulah perahu yang banyak itu tiba.","pasti":"nyata","catatan":"Saat bertolak dari Majapahit terletak pada ayat terakhir bab 5 (hlm. 111); bab 6 dibuka dengan ketibaan di Tuban. Gerak ini dicatat di bawah bab 6 kerana ketibaannya di sini; elakkan kiraan berganda jika bab 5 turut mencatatnya. Raden Aria dan tiga pegawai Majapahit yang lain ikut dalam perahu yang banyak, bukan semestinya di atas Mendam Berahi."},{"n":15,"bab":6,"dari":"Tuban","ke":"Jayakatra","cara":"laut","kend":"Mendam Berahi","tujuan":"pulang ke Melaka membawa surat dan bingkis Betara Majapahit","bersama":["Patih Kerma Wijaya","Hang Jebat","Hang Kasturi","Hang Lekir","Hang Lekiu","Raden Aria"],"tempoh":"tiga hari tiga malam","berangkat":{"hlm":"112","petikan":"Maka Patih Kerma Wijaya dan Tun Tuah pun bermohonlah kepada Sang Adipati Tuban dan kepada segala orang besar-besar itu lalu belayar menuju Jayakatra."},"tiba":{"hlm":"112","petikan":"Tiga hari tiga malam maka sampailah ke Jayakatra. Maka Mendam Berahi pun singgah di Jayakatra itu menantikan perahunya yang banyak itu."},"di_sana":"Adipati Jayakatra dan orang besarnya datang mendapatkan Patih Kerma Wijaya dan Tun Tuah dengan sirih, tebu, pisang dan buah-buahan. Mereka berhenti kira-kira tujuh hari menunggu perahu yang banyak tiba.","pasti":"nyata","catatan":""},{"n":16,"bab":6,"dari":"Jayakatra","ke":"Palembang","cara":"laut","kend":"Mendam Berahi","tujuan":"pulang ke Melaka membawa surat dan bingkis Betara Majapahit","bersama":["Patih Kerma Wijaya","Hang Jebat","Hang Kasturi","Hang Lekir","Hang Lekiu","Raden Aria"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"112","petikan":"Hatta perahu yang banyak itu pun datanglah. Maka Patih Kerma Wijaya pun belayarlah menuju Palembang."},"tiba":{"hlm":"112","petikan":"Hatta berapa lamanya belayar itu maka sampailah ke Palembang. Maka Adipati Palembang dengan segala orang besar-besar pun datanglah mengalu-alukan Patih Kerma Wijaya dan Tun Tuah membawa sirih pinang, tebu pisang."},"di_sana":"Adipati Palembang dan orang besarnya mengalu-alukan Patih Kerma Wijaya dan Tun Tuah. Mereka berhenti di Palembang sehingga perahu yang banyak itu sampai.","pasti":"nyata","catatan":"Tempoh pelayaran tidak dinyatakan (\"berapa lamanya\"). Ayat bertolak hanya menyebut Patih Kerma Wijaya, tetapi ayat ketibaan menyebut Tun Tuah bersama-samanya."},{"n":17,"bab":6,"dari":"Palembang","ke":"Melaka","cara":"laut","kend":"Mendam Berahi","tujuan":"pulang ke Melaka membawa surat dan bingkis Betara Majapahit","bersama":["Patih Kerma Wijaya","Hang Jebat","Hang Kasturi","Hang Lekir","Hang Lekiu","Raden Aria"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"112","petikan":"Maka Patih Kerma Wijaya pun belayarlah menuju Pulau Sepat tetapi Mendam Berahi menarik layar topang juga, maka dapat perahu yang banyak itu ikut."},"tiba":{"hlm":"112","petikan":"Mendam Berahi pun sampailah kuala Melaka. Maka Mendam Berahi pun memasang bedil meriam dan memasang tunggul dan panji-panji dan memalu genderang perang terlalu azmat bunyinya."},"di_sana":"Tun Tuah dan Hang Jebat naik mengadap dan sujud di kaki raja, lalu Tun Tuah menyambut surat Betara Majapahit di balairung. Dia kemudian turut membina kenaikan Kota Segara dan menerima pesan Bendahara supaya menjaga raja di Majapahit.","pasti":"nyata","catatan":"Teks menyebut mereka belayar \"menuju Pulau Sepat\" tetapi tidak menyebut singgah atau sampai di pulau itu; ayat berikutnya terus sampai di kuala Melaka. Pulau Sepat dicatat di sini sebagai arah haluan sahaja, bukan persinggahan. Tempat tiba dalam teks ialah \"kuala Melaka\"; sejurus kemudian Tun Tuah mengadap raja di dalam negeri (hlm. 113)."},{"n":18,"bab":6,"dari":"Melaka","ke":"Palembang","cara":"laut","kend":"Kota Segara","tujuan":"mengiring Raja Melaka ke Majapahit untuk berkahwin","bersama":["Raja Melaka","Hang Jebat","Hang Kasturi","Hang Lekir","Hang Lekiu","Patih Kerma Wijaya","Tun Bija Sura"],"tempoh":"tujuh malam","berangkat":{"hlm":"118","petikan":"Maka kenaikan pun menarik layarlah terlalu laju seperti burung terbang lakunya. Maka Mendam Berahi pun menarik layar mengikut kenaikan, belayar itu menuju tanah Palembang."},"tiba":{"hlm":"118","petikan":"Tujuh malam belayar itu maka sampailah ke Palembang."},"di_sana":"Adipati Palembang dan orang besarnya datang mengadap dengan persembahan. Raja berhenti tujuh hari di Palembang, berburu dan bersuka-sukaan dengan menteri dan hulubalang.","pasti":"nyata","catatan":"Ayat pelayaran hanya menyebut raja dan kenaikan; Hang Tuah ikut kerana Bendahara menetapkan dia berlima naik kenaikan raja, \"Kota Segara Kuning\" (hlm. 117), manakala Mendam Berahi dinaiki Patih Kerma Wijaya, Tun Bija Sura dan biduanda. Nama kenaikan itu \"Kota Segara\" pada hlm. 115 dan 118, \"Kota Segara Kuning\" pada hlm. 117. Raja bertolak pada malam bulan purnama empat belas hari bulan."},{"n":19,"bab":6,"dari":"Palembang","ke":"Jayakatra","cara":"laut","kend":"Kota Segara","tujuan":"mengiring Raja Melaka ke Majapahit untuk berkahwin","bersama":["Raja Melaka","Hang Jebat","Hang Kasturi","Hang Lekir","Hang Lekiu","Patih Kerma Wijaya","Tun Bija Sura"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"119","petikan":"Setelah sudah raja memberi titah demikian itu maka raja pun belayarlah menuju tanah Jayakatra."},"tiba":{"hlm":"119","petikan":"Berapa lamanya maka sampailah ke Jayakatra. Maka Adipati Jayakatra dengan segala orang kaya-kaya dan orang besar-besarnya pun datanglah mengadap raja, dengan persembahnya segala makanan dan buah-buahan dan sirih pinang, tebu, pisang bertimbun-timbun."},"di_sana":"Adipati Jayakatra mengadap dengan persembahan makanan dan buah-buahan. Raja turun bermain dan berburu selama tujuh hari tujuh malam.","pasti":"nyata","catatan":"Tempoh pelayaran tidak dinyatakan. Ayat hanya menyebut raja; Hang Tuah mengiring di atas kenaikan yang sama (hlm. 117)."},{"n":20,"bab":6,"dari":"Jayakatra","ke":"Tuban","cara":"laut","kend":"Kota Segara","tujuan":"mengiring Raja Melaka ke Majapahit untuk berkahwin","bersama":["Raja Melaka","Hang Jebat","Hang Kasturi","Hang Lekir","Hang Lekiu","Patih Kerma Wijaya","Tun Bija Sura"],"tempoh":"tujuh hari tujuh malam","berangkat":{"hlm":"119","petikan":"Tujuh hari tujuh malam baginda di Jayakatra itu; maka raja pun bermohon pada Adipati Jayakatra lalu belayar menuju Tuban"},"tiba":{"hlm":"119","petikan":"dan tujuh hari tujuh malam belayar itu maka sampailah ke Tuban. Maka Adipati Tuban pun turunlah dengan segala orang kaya-kaya dan orang besar-besar, datanglah mengadap raja masing-masing dengan persembahannya bertimbun-timbun."},"di_sana":"Adipati Tuban mengadap dan memberitahu Betara Majapahit sudah ternanti-nanti. Orang suruhan dan kemudian empat pengalasan Majapahit datang ke Tuban membawa makanan serta menjemput raja segera berangkat ke Majapahit.","pasti":"nyata","catatan":"Ayat bertolak dan tiba ialah satu ayat yang sama dalam teks; petikan dibahagi dua pada koma. Tuban–Jayakatra mengambil tiga hari tiga malam semasa pulang (hlm. 112) tetapi tujuh hari tujuh malam di sini."},{"n":21,"bab":6,"dari":"Tuban","ke":"Majapahit","cara":"laut","kend":"Kota Segara","tujuan":"mengiring Raja Melaka ke Majapahit untuk berkahwin","bersama":["Raja Melaka","Hang Jebat","Hang Kasturi","Hang Lekir","Hang Lekiu","Patih Kerma Wijaya","Tun Utama","Tun Bija Sura","Tun Ratna Wijaya"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"120","petikan":"Maka pengalasan keempat itu pun bermohonlah lalu kembali. Maka raja pun belayar ke Majapahit."},"tiba":{"hlm":"121","petikan":"Hatta maka raja pun masuklah ke dalam negeri. Maka Tun Tuah dan Tun Jebat pun terlalu ingat."},"di_sana":"Tun Tuah berlima berkeris panjang mengawal rapat gajah raja ketika diarak ke paseban, lalu duduk tidak berenggang dari sisi raja di hadapan Betara Majapahit. Dia berpura-pura mabuk dan menari cara hulubalang sehingga penjurit yang disuruh menikamnya tidak berani mendekat.","pasti":"nyata","catatan":"Pelayaran dari Tuban berakhir di tempat perahu berlabuh; dari situ raja diarak naik gajah masuk ke negeri dan Tun Tuah berjalan dekat gajah baginda (hlm. 121). Tempoh pelayaran Tuban–Majapahit tidak dinyatakan; raja berkata seluruh pelayaran dari Melaka mengambil \"empat puluh hari di laut, banyak patik singgah\" (hlm. 122)."},{"n":22,"bab":7,"dari":"Majapahit","ke":"Gunung Wirana Pura","cara":"darat","kend":"berjalan kaki","tujuan":"berguru ilmu penjurit dan hulubalang kepada Sang Persata Nala","bersama":["Hang Jebat","Hang Kasturi","Hang Lekir","Hang Lekiu"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"140","petikan":"Maka Laksamana pun berjalanlah kelimanya mengikut jalan ke Gunung Wirana Pura itu."},"tiba":{"hlm":"140","petikan":"Berapa harinya berjalan maka sampailah ke kaki Gunung itu."},"di_sana":"Laksamana bermalam dengan ajar-ajar di kaki gunung, kemudian mendaki dua hari ke dokoh Sang Persata Nala dan naik seorang diri ke puncak menemui baginda. Kelima-limanya diajar ilmu penjurit dan hulubalang, tetapi Laksamana yang paling banyak mendapat; baginda juga meramal nasib empat sahabatnya.","pasti":"nyata","catatan":"Tiga peringkat di gunung yang sama digabungkan dalam satu gerak: kaki gunung (bermalam dengan ajar-ajar, hlm. 140), dokoh Sang Persata Nala (\"Dua hari berjalan maka sampailah kepada dokoh Sang Persata Nala itu\", hlm. 140) dan puncak gunung (hlm. 140-141). Tempoh dari Majapahit ke kaki gunung tidak dinyatakan (\"berapa harinya\"). Mereka bertolak selepas raja bernikah dan masuk ke istana Betara. Dieja \"Gunung Winara Pura\" sekali pada hlm. 156."},{"n":23,"bab":7,"dari":"Gunung Wirana Pura","ke":"Majapahit","cara":"darat","kend":"berjalan kaki","tujuan":"kembali kepada Raja Melaka selepas berguru","bersama":["Hang Jebat","Hang Kasturi","Hang Lekir","Hang Lekiu"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"143","petikan":"Setelah sudah maka Laksamana pun bermohonlah pada segala ajar-ajar itu lalu berjalan kembali ke Majapahit."},"tiba":{"hlm":"143","petikan":"Maka Patih Gajah Mada pun bertanya, “Dari mana anakku datang ini? Lama tiada kelihatan berpuluh-puluh hari ini?” Maka sahut Laksamana, “Manira sakit maka manira tiada masuk mengadap.”"},"di_sana":"Laksamana mendapati raja-raja sedang membina pancapersada untuk istiadat mandi-mandi dan berdalih sakit apabila ditanya Patih Gajah Mada. Dalam jamuan selepas istiadat itu dia diasak minum oleh Betara dan Patih tetapi tidak mabuk.","pasti":"nyata","catatan":"Sebelum bertolak, mereka turun dua hari dari dokoh ke kaki gunung dan Laksamana berguru pula dengan ajar-ajar di situ (hlm. 143). Teks tidak ada ayat \"sampailah ke Majapahit\"; ketibaan ditunjukkan oleh pertemuan dengan Patih Gajah Mada. Percanggahan tempoh pemergian: Patih Gajah Mada berkata \"berpuluh-puluh hari\" (hlm. 143) tetapi Seri Betara berkata \"empat hari tiada kulihat\" (hlm. 145)."},{"n":24,"bab":8,"dari":"Majapahit","ke":"taman penglipur lara","cara":"darat","kend":"berjalan kaki","tujuan":"membinasakan taman larangan Betara Majapahit sebagai balasan sebelum pulang","bersama":["Hang Jebat","Hang Kasturi","Hang Lekir","Hang Lekiu"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"159","petikan":"Maka Laksamana pun bermohonlah pada Patih Gajah Mada lalu berjalan keluar negeri."},"tiba":{"hlm":"159","petikan":"Adapun taman penglipur lara itu di luar kota. Setelah Laksamana datang ke pintu taman itu, maka kata Hang Jebat, “Hai penunggu taman, buka pintu ini!”"},"di_sana":"Laksamana berlima memaksa penunggu membuka pintu, mandi di kolam permandian Betara, memetik bunga dan buah lalu duduk berpantun di balai gading. Apabila pengawitan seribu datang mengepung, Laksamana memancung habis tombak mereka sehingga semuanya lari.","pasti":"nyata","catatan":"Taman larangan Betara Majapahit ini dinyatakan \"di luar kota\" tetapi letaknya tidak diberi; \"taman penglipur lara\" ditulis huruf kecil dalam teks dan mungkin gelaran, bukan nama khas. Dicatat kerana Laksamana jelas keluar dari negeri; pada peta ia bertindih dengan Majapahit."},{"n":25,"bab":8,"dari":"taman penglipur lara","ke":"Majapahit","cara":"darat","kend":"berjalan kaki","tujuan":"mengadap Seri Betara mempersembahkan mata tombak pengawitan yang putus","bersama":["Hang Jebat","Hang Kasturi","Hang Lekir","Hang Lekiu"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"163","petikan":"Maka Laksamana pun berjalanlah mengadap Seri Betara. Tatkala itu Raja Melaka ada lagi duduk mengadap Betara Majapahit."},"tiba":{"hlm":"163","petikan":"Maka Laksamana pun datang membawa mata tombak pengawitan yang seribu itu. Setelah Seri Betara melihat Laksamana datang, maka Seri Betara pun berpaling tiada mahu melihat muka Laksamana itu."},"di_sana":"Laksamana memohon ampun dengan alasan tidak tahu taman itu taman larangan dan hanya mahu minum air. Seri Betara terpaksa menerimanya; malam itu Raja Melaka bermesyuarat untuk pulang dan esoknya bermohon kepada Betara.","pasti":"nyata","catatan":""},{"n":26,"bab":8,"dari":"Majapahit","ke":"Tuban","cara":"laut","kend":"Mendam Berahi","tujuan":"mengiring Raja Melaka dan Raden Emas Ayu pulang ke Melaka","bersama":["Raja Melaka","Raden Emas Ayu","Adipati Jemaja","Rangga","Patih Serangga Dohan","Kiu Temandera"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"165","petikan":"Maka Mendam Berahi pun disuruh dayung ke laut. Maka Laksamana memasang meriam tujuh kali. Maka kenaikan pun belayar lalu menarik layar. Maka segala kelengkapan yang banyak itu pun belayarlah mengikut kenaikan menuju Tuban."},"tiba":{"hlm":"165","petikan":"Hatta berapa lamanya belayar itu maka sampailah ke Tuban. Maka Adipati Tuban dan segala orang kaya-kaya itu pun sekaliannya datang dengan persembahnya mengadap Raja Melaka."},"di_sana":"Adipati Tuban dan orang kayanya mengadap dengan persembahan. Raja singgah tujuh hari di Tuban bermain-main dan berburu.","pasti":"nyata","catatan":"Semasa pulang raja dan Laksamana sama-sama naik Mendam Berahi (hlm. 165), sedangkan semasa pergi raja naik Kota Segara. Laksamana bermohon kepada Patih Gajah Mada sebelum naik dan berdiri di bawah tunggul; Adipati Jemaja disuruhnya mendayungkan Mendam Berahi. Rangga, Patih Serangga Dohan dan Kiu Temandera dititahkan menghantar dengan lapan buah kelengkapan. Tempoh pelayaran tidak dinyatakan."},{"n":27,"bab":8,"dari":"Tuban","ke":"Jayakatra","cara":"laut","kend":"Mendam Berahi","tujuan":"mengiring Raja Melaka dan Raden Emas Ayu pulang ke Melaka","bersama":["Raja Melaka","Raden Emas Ayu","Adipati Jemaja","Rangga","Patih Serangga Dohan","Kiu Temandera"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"165","petikan":"Setelah datang kepada tujuh hari bermain-main, maka Raja Melaka pun bermohonlah pada Sang Agung Tuban lalu belayar menuju Jayakatra."},"tiba":{"hlm":"165","petikan":"Maka Adipati Jayakatra dengan orang besar-besarnya pun datanglah dengan persembahnya mengadap Raja Melaka. Maka baginda berhenti tujuh hari di Jayakatra bermain dan temasya."},"di_sana":"Adipati Jayakatra mengadap dengan persembahan. Raja berhenti tujuh hari bermain dan bertemasya, dan orang perempuan turun ke darat berjalan-jalan di pasar.","pasti":"nyata","catatan":"Teks tidak ada ayat \"sampailah ke Jayakatra\"; ketibaan ditunjukkan oleh Adipati Jayakatra datang mengadap dan raja berhenti tujuh hari. Ayat hanya menyebut raja; Laksamana mengiring di atas Mendam Berahi."},{"n":28,"bab":8,"dari":"Jayakatra","ke":"Palembang","cara":"laut","kend":"Mendam Berahi","tujuan":"mengiring Raja Melaka dan Raden Emas Ayu pulang ke Melaka","bersama":["Raja Melaka","Raden Emas Ayu","Adipati Jemaja","Rangga","Patih Serangga Dohan","Kiu Temandera"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"165","petikan":"Setelah sampai tujuh hari maka baginda pun bermohonlah pada Sang Agung Jayakatra lalu belayar menuju Palembang."},"tiba":{"hlm":"165","petikan":"Hatta berapa lamanya belayar maka sampailah ke Palembang. Maka segala orang besar-besar Palembang itu pun datanglah masing-masing dengan persembahnya mengadap Raja Melaka."},"di_sana":"Orang besar-besar Palembang mengadap dengan persembahan, dan raja bertanya khabar ayahandanya di Bukit Seguntang, Bendahara di Melaka serta Sang Jaya Nantaka di benua Keling. Raja singgah di Palembang berpuluh-puluh hari.","pasti":"nyata","catatan":"Tempoh pelayaran tidak dinyatakan. Ayat hanya menyebut raja; Laksamana mengiring di atas Mendam Berahi."},{"n":29,"bab":8,"dari":"Palembang","ke":"Melaka","cara":"laut","kend":"Mendam Berahi","tujuan":"mengiring Raja Melaka dan Raden Emas Ayu pulang ke Melaka","bersama":["Raja Melaka","Raden Emas Ayu","Adipati Jemaja","Rangga","Patih Serangga Dohan","Kiu Temandera"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"166","petikan":"Setelah berapa puluh hari Raja Melaka singgah di Palembang itu, maka baginda pun bermohonlah pada Adipati Palembang lalu belayar."},"tiba":{"hlm":"166","petikan":"Hatta berapa lamanya di laut maka sampailah ke Melaka. Maka segala bunyi-bunyian pun dipalu oranglah terlalu gempita. Maka Laksamana pun memasang meriam tujuh kali."},"di_sana":"Laksamana menunggang kuda berpelana emas berjalan di hadapan perarakan raja masuk ke negeri hingga ke balai gendang. Dia kemudian menyembah Bendahara dan menceritakan bagaimana dia membunuh Taming Sari, tujuh puluh penjurit dan Sang Winara, lalu pulang ke rumahnya.","pasti":"nyata","catatan":"Tempoh singgah di Palembang (\"berapa puluh hari\") dan tempoh pelayaran (\"berapa lamanya di laut\") tidak dinyatakan dengan angka. Tiada persinggahan lain disebut antara Palembang dengan Melaka."},{"n":30,"bab":9,"dari":"Melaka","ke":"Inderapura","cara":"laut","kend":"perahu","tujuan":"dibuang raja kerana fitnah; berlepas diri dan bersuaka pada Bendahara Seri Buana","bersama":["lima orang pemberian Bendahara"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"170","petikan":"Laksamana pun bermohonlah pada Bendahara lalu turun ke perahunya dengan lima orang sertanya, lalu naik berkayuh ke kuala."},"tiba":{"hlm":"170","petikan":"Antara berapa lamanya belayar itu maka sampailah ke Inderapura. Maka Laksamana pun naiklah mengadap Bendahara Seri Buana."},"di_sana":"Hang Tuah bersuaka pada Bendahara Seri Buana dan tinggal di Kampung Bendahara, mengambil Dang Ratna (inang Tun Teja) sebagai ibu angkat, bersahabat dengan Tun Jenal dan mengadap raja Inderapura. Sepanjang masa itu dia mencari jalan untuk mendapatkan Tun Teja supaya dapat kembali ke Melaka.","pasti":"nyata","catatan":"Lokasi awal ditentukan daripada teks: bab bermula di istana raja Melaka dan Hang Tuah sendiri berkata dia 'datang dari negeri Melaka' (hlm. 170). Teks menyebut dia 'berkayuh ke kuala' (kuala Melaka, tidak dinamakan) sebelum 'belayar menuju Inderapura' (hlm. 170); kuala itu tidak dicatat sebagai gerak berasingan kerana ia sebahagian daripada Melaka. Tiada persinggahan disebut dan tempoh hanya 'antara berapa lamanya'. Di Inderapura dia mengaku 'hendak ke Terengganu; sekadar singgah' (hlm. 174), tetapi itu helah sahaja; dia tidak pergi ke Terengganu."},{"n":31,"bab":10,"dari":"Inderapura","ke":"Pulau Tinggi","cara":"laut","kend":"jong","tujuan":"melarikan Tun Teja ke Melaka","bersama":["Tun Teja","inangda (Dang Ratna)","Tun Ratna Diraja","Tun Bija Sura","dayang-dayang dan hamba sahaya Tun Teja"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"199","petikan":"Setelah sudah maka Tun Tuah pun pergi menyambut Tun Teja dan segala dayang-dayangnya yang di dalam rumahnya lalu naik ke jong. Maka orang pun membongkar sauh lalu menarik layar menuju Pulau Tinggi."},"tiba":{"hlm":"200","petikan":"Berapa antaranya maka sampailah ke Pulau Tinggi. Maka angin pun sakal, maka jong dan ghali itu pun berlabuhlah di Pulau Tinggi itu menantikan angin, tiadalah belayar."},"di_sana":"Jong dan ghali berlabuh menanti angin. Angkatan Inderapura seramai dua puluh kelengkapan tiba mengejar; Hang Tuah memanah kepala perahu, temberang dan kemudi kenaikan Laksamana Inderapura serta tunggul perahu Tun Jenal, lalu angkatan itu berundur.","pasti":"nyata","catatan":"Petikan berangkat merentas sempadan halaman 199-200. Jong itu milik utusan Melaka yang pulang dari benua Siam dan, menurut teks, berada di Kuala Inderapura (hlm. 197); Hang Tuah pergi ke jong itu pada siangnya untuk berunding dan pulang semula ke rumah (hlm. 198-199). Ulang-alik ke kuala itu tidak dicatat sebagai gerak kerana masih dalam Inderapura. Awas: 'Laksamana' pada hlm. 200-202 ialah Laksamana Inderapura yang mengejar, bukan Hang Tuah (yang di sini disebut Tun Tuah); ayat 'Maka Laksamana pun belayar kembali ke Inderapura' (hlm. 202) bukan perjalanan Hang Tuah."},{"n":32,"bab":10,"dari":"Pulau Tinggi","ke":"Melaka","cara":"laut","kend":"jong","tujuan":"membawa Tun Teja untuk dipersembahkan kepada raja Melaka","bersama":["Tun Teja","inangda (Dang Ratna)","Tun Ratna Diraja","Tun Bija Sura","dayang-dayang dan hamba sahaya Tun Teja"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"202","petikan":"Maka angin pun turun terlalu keras. Maka jong ghali pun menarik layar dengan segala bunyi-bunyian terlalu ramai."},"tiba":{"hlm":"202","petikan":"Sebermula Hang Tuah dan Tun Ratna Diraja dan Tun Bija Sura belayar daripada Pulau Tinggi itu; maka jong dan ghali itu pun sampailah kuala Melaka."},"di_sana":"Hang Tuah mengikat dirinya dan naik mengadap raja bersama dua utusan itu, lalu diampuni. Dia kemudian disuruh menyambut Tun Teja dari jong, membuat hikmat pembenci supaya Tun Teja melupakannya, dan Tun Teja dinikahi raja; Hang Tuah dianugerahi gelaran Laksamana dan tiga buah anak sungai.","pasti":"nyata","catatan":"Teks menyebut tempat tiba sebagai 'kuala Melaka'; di sini disatukan dengan Melaka. Hang Tuah naik ke istana dahulu (hlm. 203), kemudian turun semula ke jong di kuala untuk menyambut Tun Teja (hlm. 205) dan mengiringinya masuk; ulang-alik itu dalam Melaka dan tidak dicatat sebagai gerak. Tiada persinggahan lain disebut antara Pulau Tinggi dan kuala Melaka. Hang Tuah berkata dia meninggalkan raja 'tujuh bulan' (hlm. 204), iaitu jumlah masa buangan, bukan tempoh pelayaran."},{"n":33,"bab":11,"dari":"Melaka","ke":"Pulau Tinggi","cara":"laut","kend":"Mendam Berahi","tujuan":"ke Inderapura untuk menyudahkan Megat Panji Alam; singgah mengambil air dan kayu","bersama":["Hang Jebat","Hang Kasturi"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"214","petikan":"Laksamana dan Hang Jebat, Hang Kasturi pun menjunjung duli, lalu bermohon keluar berjalan naik akan perahu yang bernama Mendam Berahi itu lalu berdayung ke kuala."},"tiba":{"hlm":"214","petikan":"Berapa harinya belayar itu maka sampailah ke Pulau Tinggi. Maka Laksamana pun singgah mengambil air dan kayu. Setelah sudah maka Laksamana pun berlabuhlah."},"di_sana":"Laksamana mengambil air dan kayu, berlabuh, dan bertanya kepada orang Pulau Tinggi tentang Megat Terengganu. Dia diberitahu Megat itu masih di Inderapura dan akan berjalan ke Melaka pada sembilan hari bulan Jamadilawal.","pasti":"nyata","catatan":"Teks menyebut dia berdayung ke kuala (kuala Melaka) dan 'setelah datang ke kuala, maka Mendam Berahi pun belayarlah' (hlm. 214); kuala itu tidak dicatat sebagai gerak berasingan. Tempoh hanya 'berapa harinya', tanpa bilangan. Angkatan darat Tun Utama, Tun Bija Sura, Hang Lekir dan Hang Lekiu yang berjalan ke hulu Melaka (hlm. 214) bukan perjalanan Hang Tuah."},{"n":34,"bab":11,"dari":"Pulau Tinggi","ke":"Inderapura","cara":"laut","kend":"Mendam Berahi","tujuan":"mencari Megat Panji Alam di Inderapura sebelum dia berjalan ke Melaka","bersama":["Hang Jebat","Hang Kasturi"],"tempoh":"berapa puluh hari","berangkat":{"hlm":"214","petikan":"Setelah Laksamana menengar kata orang Pulau Tinggi itu demikian, maka Laksamana pun segera belayar menuju Inderapura."},"tiba":{"hlm":"215","petikan":"Maka Laksamana pun sampailah ke Inderapura. Maka Laksamana pun berlabuh di pengkalan Bendahara Seri Buana."},"di_sana":"Laksamana berlabuh di pengkalan Bendahara Seri Buana dan dua kali naik mengadap raja Inderapura. Hang Jebat dan Hang Kasturi menikam Megat Panji Alam di tangga balairung dan membunuh Megat Kembar Ali; Laksamana mempertahankan mereka daripada titah raja, lalu mengambil gajah Syah Kertas dan memuatkannya ke perahu.","pasti":"nyata","catatan":"Teks menyebut ketibaan dua kali: 'sampailah ke Inderapura', kemudian Mendam Berahi 'berdayung mudik', dan sekali lagi 'sampailah ke Inderapura' (hlm. 214-215); iaitu sampai di kuala lalu mudik sungai ke bandar, tetapi kualanya tidak dinamakan di sini. Tempoh 'berapa puluh hari' ialah kata teks, tanpa bilangan tepat. Teks bercanggah tentang tarikh Megat Panji Alam hendak berjalan ke Melaka: sembilan hari bulan Jamadilawal (hlm. 214) lawan tujuh belas hari bulan Jamadilawal (hlm. 215)."},{"n":35,"bab":11,"dari":"Inderapura","ke":"Melaka","cara":"laut","kend":"Mendam Berahi","tujuan":"pulang dengan kemenangan membawa gajah Syah Kertas","bersama":["Hang Jebat","Hang Kasturi","empat puluh orang pilihan"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"223","petikan":"Setelah gajah itu naik ke perahu, maka Laksamana pun hilirlah ke kuala. Maka Laksamana pun belayarlah serta menitirkan gendang perang lalu membuang ubat."},"tiba":{"hlm":"223","petikan":"Hatta berapa lamanya belayar itu, maka Laksamana pun sampailah ke kuala Melaka."},"di_sana":"Laksamana, Hang Jebat dan Hang Kasturi naik mengadap membawa gajah, keris Megat Terengganu dan lembing bersampak emas. Raja menganugerahi mereka dan menyerahkan gajah Syah Kertas kepada Laksamana untuk dipelihara.","pasti":"nyata","catatan":"Teks menyebut tempat tiba sebagai 'kuala Melaka', kemudian mereka 'naiklah' mengadap raja (hlm. 223); disatukan dengan Melaka. Pelayaran pulang tidak menyebut Pulau Tinggi atau apa-apa persinggahan, jadi dicatat terus Inderapura ke Melaka. Nama kapal tidak diulang pada pelayaran pulang; Mendam Berahi diambil daripada pelayaran pergi (teks juga menyebutnya 'ghali Laksamana' dan 'dendang', hlm. 216, 219). Raja turut menganugerahi 'adipati Jemaja dan batin yang bergelar enam orang' (hlm. 224) seolah-olah mereka ikut serta, tetapi teks tidak menyebut singgah di Jemaja."},{"n":36,"bab":13,"dari":"Melaka","ke":"Tuban","cara":"laut","kend":"Mendam Berahi","tujuan":"utusan raja Melaka mengadap Betara Majapahit membawa surat dan bingkis","bersama":["Hang Jebat","Hang Kasturi","rangga","Barit Ketika"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"237","petikan":"Setelah sudah datang ke perahu, maka surat dan bingkis itu pun disambut oleh Laksamana, lalu dinaikkan ke atas Mendam Berahi. Maka Laksamana pun belayarlah."},"tiba":{"hlm":"237","petikan":"Berapa lamanya belayar itu maka ia pun sampailah ke Tuban."},"di_sana":"Hang Tuah menunggu di Tuban sehingga Patih Gajah Mada menghantar pegawai dan periai menyambut surat, lalu bersiap memakai pakaian indah dan menaikkan surat dan bingkis ke atas gajah.","pasti":"nyata","catatan":"Tiada persinggahan disebut antara Melaka dengan Tuban; teks hanya berkata 'berapa lamanya belayar'."},{"n":37,"bab":13,"dari":"Tuban","ke":"Majapahit","cara":"darat","kend":"kuda","tujuan":"mengarak surat dan bingkis raja Melaka kepada Betara Majapahit","bersama":["Hang Jebat","Hang Kasturi","rangga","Barit Ketika"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"237","petikan":"Maka Laksamana dan Hang Jebat, Hang Kasturi pun naik kuda. Maka rangga dan Barit Ketika pun naik kuda juga mengiringkan surat dan bingkis itu. Maka Laksamana pun berjalanlah."},"tiba":{"hlm":"237","petikan":"Hatta berapa lamanya berjalan itu maka sampailah. Maka Laksamana dan Hang Jebat, Hang Kasturi pun turun dari atas kuda berjalan di hadapan gajah."},"di_sana":"Hang Tuah tinggal enam bulan di Majapahit, di rumah hampir kampung Patih Gajah Mada. Dia tidak berganjak ketika dua ratus penjurit mengamuk, membunuh Perwala yang menyamun kain bajunya, mengambil balik keris yang dicuri Sang Kertaksa dari istana, menewaskan penjurit yang mengadangnya di sungai dan di tujuh lapis pintu paseban, dan dianugerahi Siantan serta Pulau Hitam.","pasti":"nyata","catatan":"Ayat ketibaan tidak mengulang nama Majapahit ('maka sampailah'); ayat sebelumnya menyebut surat itu 'diarak oranglah ke Majapahit' dan ayat sesudahnya menyebut 'negeri Majapahit ini'. Teks juga mengatakan rangga dan Barit Ketika naik ke Majapahit lebih dahulu, tetapi kemudian mereka berkuda bersama Laksamana dari Tuban. Pergerakan Hang Tuah ke sungai dan kolam di Majapahit tidak dicatat kerana tempatnya tidak bernama dan masih dalam kawasan negeri itu."},{"n":38,"bab":13,"dari":"Majapahit","ke":"Tuban","cara":"darat","kend":"kuda","tujuan":"pulang ke Melaka membawa surat dan bingkis Betara Majapahit","bersama":["Hang Jebat","Hang Kasturi"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"255","petikan":"Maka Laksamana dan Hang Jebat, Hang Kasturi pun berkuda berjalan di hadapan gajah diiringkan oleh periai."},"tiba":{"hlm":"255","petikan":"Beberapa lamanya maka sampailah Tuban. Maka surat dan bingkis itu pun disambut oleh Laksamana dan dinaikkan ke atas kenaikan yang bernama Sairul Alamin."},"di_sana":"Di Tuban Hang Tuah menyambut surat dan bingkis lalu menaikkannya ke atas Sairul Alamin; penggawa dan periai yang mengiring bermohon kembali ke Majapahit.","pasti":"nyata","catatan":"Semasa pergi surat dinaikkan ke atas Mendam Berahi (hlm. 237), tetapi semasa pulang kenaikan Laksamana di Tuban bernama Sairul Alamin (hlm. 255)."},{"n":39,"bab":14,"dari":"Tuban","ke":"Melaka","cara":"laut","kend":"Sairul Alamin","tujuan":"pulang ke Melaka membawa surat dan bingkis Betara Majapahit","bersama":["Hang Jebat","Hang Kasturi"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"255","petikan":"Maka segala penggawa dan periai itu pun bermohonlah pada Laksamana kembali ke Majapahit. Maka Laksamana pun belayarlah dengan sembilan buah dendang itu."},"tiba":{"hlm":"256","petikan":"BERAPA lamanya maka sampailah ke Kuala Melaka. Maka dipersembahkan oranglah kepada raja, “Ya tuanku syah alam, Laksamana sudah datang, ada di kuala.”"},"di_sana":"Surat dan bingkis diarak ke balairung. Hang Tuah mengadap raja, menceritakan segala muslihat Patih Gajah Mada terhadapnya, dan menasihati raja supaya tetap berangkat ke Majapahit tanpa membawa isteri.","pasti":"nyata","catatan":"Gerak ini merentas dua bab: bertolak pada ayat terakhir bab 13 (hlm. 255), tiba pada ayat pertama bab 14 (hlm. 256). Dicatat di bawah bab 14 kerana ketibaannya di situ. Teks menyebut 'Kuala Melaka'; dieja 'Melaka' kerana kuala itu pelabuhan negeri Melaka sendiri. Tiada persinggahan disebut."},{"n":40,"bab":14,"dari":"Melaka","ke":"Palembang","cara":"laut","kend":"Sairul Alamin","tujuan":"mengiring raja Melaka berangkat ke Majapahit","bersama":["Raja Melaka","Tun Bija Sura","Hang Jebat","Hang Kasturi","Hang Lekir","Hang Lekiu","Patih Kerma Wijaya","Tun Ratna Diraja","Tun Pekerma"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"263","petikan":"Maka Laksamana pun menyuruh orang menarik layar; maka memasang meriam. Maka Sairul Alamin pun belayarlah terlalu lajunya"},"tiba":{"hlm":"263","petikan":"Hatta berapa lamanya maka raja pun sampailah ke Palembang. Maka raja pun singgah di Palembang tiga hari berburu bersuka-sukaan makan minum."},"di_sana":"Raja singgah tiga hari di Palembang berburu dan bersuka-sukaan makan minum, kemudian bermohon kepada Adipati Palembang. Teks tidak menyebut perbuatan Hang Tuah sendiri di sini.","pasti":"nyata","catatan":"Ayat ketibaan menyebut raja sahaja. Hang Tuah berada di atas kenaikan yang sama: raja menitahkan Laksamana naik Sairul Alamin bersama baginda (hlm. 261), dan Laksamana berdiri di haluan serta menyuruh menarik layar (hlm. 262-263). Patih Kerma Wijaya di atas Mendam Berahi dan Tun Ratna Diraja di atas Maratussaffa."},{"n":41,"bab":14,"dari":"Palembang","ke":"Jayakatra","cara":"laut","kend":"Sairul Alamin","tujuan":"mengiring raja Melaka berangkat ke Majapahit","bersama":["Raja Melaka","Tun Bija Sura","Hang Jebat","Hang Kasturi","Hang Lekir","Hang Lekiu","Patih Kerma Wijaya","Tun Ratna Diraja","Tun Pekerma"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"263","petikan":"Setelah sudah genap tiga hari, maka raja pun bermohonlah pada Adipati Palembang lalu belayar."},"tiba":{"hlm":"263","petikan":"Maka raja pun sampailah ke Jayakatra. Maka raja pun berhentilah di Jayakatra tiga hari makam minum bersuka-sukaan dan berburu."},"di_sana":"Raja berhenti tiga hari di Jayakatra makan minum, bersuka-sukaan dan berburu, kemudian bermohon kepada Adipati Jayakatra. Teks tidak menyebut perbuatan Hang Tuah sendiri di sini.","pasti":"nyata","catatan":"Teks menyebut raja sahaja; Hang Tuah mengiring di atas kenaikan raja. Ejaan 'makam minum' dalam petikan mengikut fail teks."},{"n":42,"bab":14,"dari":"Jayakatra","ke":"Tuban","cara":"laut","kend":"Sairul Alamin","tujuan":"mengiring raja Melaka berangkat ke Majapahit","bersama":["Raja Melaka","Tun Bija Sura","Hang Jebat","Hang Kasturi","Hang Lekir","Hang Lekiu","Patih Kerma Wijaya","Tun Ratna Diraja","Tun Pekerma"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"263","petikan":"Setelah genap tiga hari baginda di Jayakatra itu, maka baginda pun bermohonlah pada Adipati Jayakatra lalu belayar."},"tiba":{"hlm":"263","petikan":"Berapa lamanya maka raja pun sampailah ke Tuban. Maka Sang Agung Tuban dan segala periai dan orang besar-besar pun datanglah mengadap masing-masing dengan persembahnya."},"di_sana":"Hang Tuah mengesahkan sembah Sang Agung Tuban sehingga raja naik berhenti di rumahnya. Apabila rombongan penyambut dari Majapahit tiba, Hang Tuah menurunkan senjata dari tujuh buah kelengkapan dan mengatur setiap ketumbukan untuk berjalan.","pasti":"nyata","catatan":"Ayat ketibaan menyebut raja; Laksamana disebut berdatang sembah di Tuban sejurus selepas itu (hlm. 263)."},{"n":43,"bab":14,"dari":"Tuban","ke":"Majapahit","cara":"darat","kend":"kuda","tujuan":"mengiring raja Melaka mengadap Betara Majapahit","bersama":["Raja Melaka","Tun Pekerma","Hang Jebat","Hang Kasturi","Hang Lekir","Hang Lekiu","Tun Bija Sura","Patih Kerma Wijaya","Raden Aria"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"265","petikan":"Maka Tun Pekerma di kepala gajah, anak Tun Mahamenteri di buntut, Laksamana berkuda berjalan dahulu, Hang Jebat, Hang Kasturi memikul pedang"},"tiba":{"hlm":"265","petikan":"Hatta berapa lamanya antaranya berjalan itu maka raja pun sampailah ke Majapahit."},"di_sana":"Hang Tuah berjalan di hadapan raja masuk ke paseban dan mengiring baginda ke istana di karang Darussalam. Dia membunuh empat puluh penjurit yang mengamuk di pesara dan membunuh penjurit Petala Bumi yang menceroboh kampung raja Melaka pada waktu malam.","pasti":"nyata","catatan":"Raja menunggang gajah bernama Inderajit; Laksamana berkuda di hadapan. Pergerakan dalam Majapahit (paseban, karang Darussalam, pesara) tidak dicatat sebagai gerak."},{"n":44,"bab":14,"dari":"Majapahit","ke":"Tuban","cara":"darat","kend":"","tujuan":"mengiring raja Melaka pulang kerana Raden Bahar gering","bersama":["Raja Melaka","Patih Kerma Wijaya"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"278","petikan":"Maka sembah raja Melaka, “Jikalah ada kurnia, esok harilah patik berjalan ke Tuban.”"},"tiba":{"hlm":"279","petikan":"Berapa lamanya di jalan maka baginda pun sampailah ke Tuban."},"di_sana":"Raja bermohon kepada Adipati Tuban lalu naik Sairul Alamin. Teks tidak menyebut perbuatan Hang Tuah sendiri di Tuban.","pasti":"nyata","catatan":"Saat bertolak dari Majapahit tidak diceritakan; petikan berangkat ialah sembah raja tentang niat berjalan ke Tuban esok harinya, dan teks terus melompat kepada 'berapa lamanya di jalan'. Teks menyebut raja sahaja; Hang Tuah disebut bersama raja semasa bermohon di Majapahit (hlm. 278) dan semasa raja masuk ke negeri di Melaka (hlm. 279). Tujuh penjurit Marga Paksi menyamar dalam rakyat raja Melaka pada perjalanan ini."},{"n":45,"bab":14,"dari":"Tuban","ke":"Melaka","cara":"laut","kend":"Sairul Alamin","tujuan":"mengiring raja Melaka pulang kerana Raden Bahar gering","bersama":["Raja Melaka","Patih Kerma Wijaya"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"279","petikan":"Maka Raja Melaka pun bermohonlah pada Adipati Tuban lalu naik Sairul Alamin lalu belayar."},"tiba":{"hlm":"279","petikan":"Hatta berapa lamanya belayar itu maka raja pun sampailah ke Kuala Melaka."},"di_sana":"Hang Tuah mengiring raja naik gajah dari kuala masuk ke negeri. Apabila saudagar dan orang kaya-kaya kecurian, dia bermohon tujuh hari kepada raja untuk mencuba main penjurit itu.","pasti":"nyata","catatan":"Ayat ketibaan menyebut raja sahaja; ayat berikutnya (hlm. 279) menyebut baginda berangkat ke negeri 'diiringkan oleh Bendahara dan Laksamana'. Teks menyebut 'Kuala Melaka'; dieja 'Melaka'. Tiada persinggahan disebut pada pelayaran pulang, berbeza dengan pelayaran pergi. Marga Paksi tujuh beradik menumpang perahu Patih Kerma Wijaya."},{"n":46,"bab":14,"dari":"Melaka","ke":"Bukit China","cara":"darat","kend":"","tujuan":"menyamar sebagai orang lari dari penjara untuk mengikut penjurit Marga Paksi","bersama":["Marga Paksi tujuh bersaudara"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"281","petikan":"Maka kata Marga Paksi, “Jika sungguh engkau hendak lari, mahukah engkau bersama-sama dengan aku?” Maka kata Laksamana, “Baiklah.”"},"tiba":{"hlm":"281","petikan":"Maka Laksamana pun meletakkan kandarannya lalu ia naik rumah saudagar itu; maka diambilnya peti delapan butir, dibawanya kepada Marga Paksi; Marga Paksi pun terlalu sukacita, lalu kembali ke Bukit China makan minum bersuka-sukaan."},"di_sana":"Para penjurit makan minum bersuka-sukaan di Bukit China, tempat mereka bersembunyi dan menyimpan harta curian.","pasti":"tersirat","catatan":"Ayat ini hanya menyebut Marga Paksi kembali ke Bukit China; Hang Tuah difahami ikut serta kerana dia sudah bersetuju bersama-sama mereka dan kemudian disebut duduk di Bukit China (hlm. 283). Bukit China ialah 'sebuah bukit di luar negeri itu' (hlm. 280)."},{"n":47,"bab":14,"dari":"Bukit China","ke":"Melaka","cara":"darat","kend":"berjalan kaki","tujuan":"masuk mencuri bersama penjurit Marga Paksi","bersama":["Marga Paksi tujuh bersaudara"],"tempoh":"","berangkat":null,"tiba":{"hlm":"282","petikan":"Setelah hari malam maka Marga Paksi pun berjalanlah masuk ke negeri mencuri. Maka dicurinya segala orang kaya-kaya dan pegawai, habislah dicurinya."},"di_sana":"Rumah orang kaya-kaya dan pegawai dalam negeri Melaka habis dicuri.","pasti":"tersirat","catatan":"Teks menyebut Marga Paksi sahaja; Hang Tuah termasuk kerana ayat berikutnya mengira 'delapan orang membawa harta itu'. Hlm. 281 juga menyebut satu kecurian malam ('masuk ke rumah orang kaya-kaya dan petuanan mencuri'); tidak jelas berapa malam mereka berulang-alik, jadi dicatat sebagai satu pergi balik sahaja."},{"n":48,"bab":14,"dari":"Melaka","ke":"Bukit China","cara":"darat","kend":"","tujuan":"membawa harta curian ke tempat persembunyian","bersama":["Marga Paksi tujuh bersaudara"],"tempoh":"","berangkat":null,"tiba":{"hlm":"282","petikan":"Setelah saratlah delapan orang membawa harta itu, maka Marga Paksi pun kembalilah ke Bukit China."},"di_sana":"Marga Paksi memuji penjurit Melayu itu dan mengajak mencuri harta raja pula; Hang Tuah menawarkan diri masuk seorang ke istana. Mereka duduk makan minum di atas Bukit China.","pasti":"nyata","catatan":"Hang Tuah tidak disebut dengan nama dalam ayat ini; dialah orang kelapan dalam 'delapan orang' (tujuh bersaudara dan Laksamana)."},{"n":49,"bab":14,"dari":"Bukit China","ke":"Melaka","cara":"darat","kend":"berjalan kaki","tujuan":"berpura-pura mencuri harta raja","bersama":["Marga Paksi tujuh bersaudara"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"282","petikan":"Setelah Marga Paksi mendengar kata demikian, maka ia pun terlalu sukacita duduk makan minum di atas Bukit China itu. Setelah hari malam maka ia pun berjalanlah menuju istana raja."},"tiba":{"hlm":"282","petikan":"Setelah sampai ke balairung, maka Laksamana pun berkata, “Duduklah pakanira ketujuh ini di balai, berilah manira seorang masuk.”"},"di_sana":"Hang Tuah masuk seorang ke dalam pagar istana, sujud tiga kali mengadap istana, lalu mengangkat keluar delapan buah peti berisi emas dan pakaian raja untuk diserahkan kepada tujuh penjurit itu.","pasti":"nyata","catatan":""},{"n":50,"bab":14,"dari":"Melaka","ke":"Bukit China","cara":"darat","kend":"berjalan kaki","tujuan":"membawa peti raja ke tempat persembunyian","bersama":["Marga Paksi tujuh bersaudara"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"282","petikan":"Maka peti itu pun dibawanya seorang sebuah lalu berjalan kembali."},"tiba":{"hlm":"283","petikan":"Alkisah maka tersebutlah perkataan Laksamana duduk di Bukit China itu."},"di_sana":"Hang Tuah berpura-pura berguru ilmu penjurit kepada Marga Paksi, kemudian memberi mereka minum arak yang dibubuh ubat bius. Apabila ketujuh-tujuhnya tidur dia memenggal kepala mereka.","pasti":"nyata","catatan":"Ayat bertolak tidak menyebut Bukit China ('berjalan kembali'); ketibaannya disahkan oleh ayat hlm. 283."},{"n":51,"bab":14,"dari":"Bukit China","ke":"Melaka","cara":"darat","kend":"berjalan kaki","tujuan":"mempersembahkan kepala tujuh penjurit kepada raja","bersama":[],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"283","petikan":"Setelah sudah maka diambilnya tali lalu dicucuknya kepala tujuh buah itu, lalu dibawanya turun dari atas Bukit China itu."},"tiba":{"hlm":"284","petikan":"Laksamana pun masuklah ke dalam negeri membawa kepala tujuh buah itu dikandarnya dibawa berjalan."},"di_sana":"Hang Tuah mempersembahkan kepala Marga Paksi tujuh beradik kepada raja dan menceritakan tipunya. Harta curian diangkut dari Bukit China oleh Bentara Tun Jebat dan dipulangkan; Hang Tuah mengambil satu daripada tujuh bahagian lalu membahagikannya kepada pegawai dan fakir miskin.","pasti":"nyata","catatan":"Yang pergi ke Bukit China mengangkut harta selepas itu ialah Bentara Tun Jebat, bukan Hang Tuah."},{"n":52,"bab":15,"dari":"Melaka","ke":"hulu Melaka","cara":"tidak dinyatakan","kend":"","tujuan":"bermain dan menjala bersama anak isteri di dusunnya","bersama":["anak isterinya"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"288","petikan":"Maka tatkala itu Laksamana pun tiada di rumahnya pergi ke dusunnya di hulu Melaka membawa anak isterinya."},"tiba":{"hlm":"288","petikan":"Adapun tatkala itu Laksamana pergi menjala dengan anak bininya dengan perahu kecil bermain-main. Maka Laksamana pun menyampak jala sambil memandang ke hilir sungai itu."},"di_sana":"Hang Tuah menjala dari perahu kecil bersama anak bininya di sungai hulu Melaka, sehingga dia nampak dua buah perahu bentara mudik untuk memanggilnya.","pasti":"nyata","catatan":"Tempat ini ialah dusun Hang Tuah sendiri (\"dusunnya di hulu Melaka\"), bukan dusun Bendahara yang jauhnya tujuh hari tujuh malam dalam gerak ketiga. Cara dia mudik tidak disebut; teks hanya menyebut dia sudah berada di sana, dan bentara mengikutnya dengan perahu melalui sungai. Awal bab: teks meletakkan Laksamana di Melaka sebagai hulubalang raja, dengan rumahnya di situ."},{"n":53,"bab":15,"dari":"hulu Melaka","ke":"Melaka","cara":"sungai","kend":"perahu Hang Jebat","tujuan":"dipanggil pulang atas titah raja","bersama":["Hang Jebat","Hang Kasturi"],"tempoh":"seketika itu juga","berangkat":{"hlm":"288","petikan":"maka Laksamana pun segera menarik jalanya lalu melompat ke perahunya Hang Jebat. Maka perahu Tun Jebat kedua buah itu pun dikayuhkan oranglah hilir."},"tiba":{"hlm":"288","petikan":"Maka dengan seketika itu juga sampailah ke kuala Melaka. Maka Laksamana pun duduk di balai gendang."},"di_sana":"Hang Tuah menunggu di balai gendang, kemudian dibawa Bendahara ke balainya. Dia enggan derhaka dan menyerahkan nyawanya, menyerahkan keris pandaknya kepada bentara, dan akhirnya menurut kata Bendahara supaya berlepas diri.","pasti":"nyata","catatan":"Teks menyebut tempat sampai sebagai \"kuala Melaka\", kemudian terus Laksamana duduk di balai gendang; dicatat sebagai Melaka. Tidak disebut sama ada anak isterinya turut pulang dalam perahu itu."},{"n":54,"bab":15,"dari":"Melaka","ke":"dusun Bendahara","cara":"tidak dinyatakan","kend":"","tujuan":"disembunyikan oleh Bendahara selepas raja menitahkan dia dibuang","bersama":["orang Bendahara empat orang"],"tempoh":"tujuh hari tujuh malam","berangkat":{"hlm":"290","petikan":"Disuruh oleh Bendahara pada orangnya empat orang hantarkan Laksamana ke hulu Melaka, tujuh hari tujuh malam dari negeri Melaka jauhnya;"},"tiba":{"hlm":"290","petikan":"di sanalah Laksamana duduk pada dusun Bendahara. Maka pada dusun itu ada seorang Syeikh Mansur namanya, tempat segala orang hulu Melaka itu berguru."},"di_sana":"Hang Tuah tinggal bersembunyi di dusun Bendahara. Dia memakai serba hitam dan berbaju hayat, lalu pergi mencari Syeikh Mansur, guru orang hulu Melaka.","pasti":"nyata","catatan":"Dusun Bendahara terletak di hulu Melaka, \"tujuh hari tujuh malam dari negeri Melaka jauhnya\"; angka itu disebut sebagai jarak, bukan sebagai tempoh perjalanan yang diceritakan. Ia tempat yang lain daripada dusun Hang Tuah sendiri dalam gerak pertama, yang dekat dengan kuala. Cara pergi tidak disebut (perjalanan pulang dalam bab 17 menggunakan perahu)."},{"n":55,"bab":15,"dari":"dusun Bendahara","ke":"dusun Syeikh Mansur","cara":"tidak dinyatakan","kend":"","tujuan":"minta diterima berguru oleh Syeikh Mansur","bersama":[],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"290","petikan":"Maka ia pun pergilah pada tempat syeikh itu. Maka dilihatnya oleh Laksamana ada suatu dusun pada kaki bukit itu terlalu banyak buah-buahan sedang bermasakan."},"tiba":{"hlm":"291","petikan":"Maka Laksamana pun masuk dalam dusun itu. Maka dilihatnya ada seorang syeikh duduk di balai dihadap oleh orang banyak."},"di_sana":"Hang Tuah diterima Syeikh Mansur, yang meramalkan dia akan dipanggil raja dalam dua puluh hari lagi. Dia dijamu buah-buahan dan tinggal berguru pada syeikh itu, yang kemudian mengangkatnya sebagai anak.","pasti":"nyata","catatan":"Dusun ini tidak bernama; teks menyebutnya \"suatu dusun pada kaki bukit\" dan dalam bab 17 \"dusun syeikh itu\". Bukitnya juga tidak bernama. Teks agak bercanggah: mula-mula Syeikh Mansur dikatakan ada \"pada dusun itu\" (dusun Bendahara), tetapi kemudian Hang Tuah pergi ke tempat syeikh dan masuk ke sebuah dusun lain. Bab 17 menyokong bacaan dua tempat berasingan, kerana utusan sampai di tempat Laksamana dahulu dan esoknya baru pergi ke dusun syeikh."},{"n":56,"bab":17,"dari":"dusun Syeikh Mansur","ke":"dusun Bendahara","cara":"tidak dinyatakan","kend":"","tujuan":"pulang ke Melaka atas titah raja","bersama":["Tun Pekerma","Tun Kasturi"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"308","petikan":"Laksamana pun sujud pada kaki syeikh itu lalu ia bermohon. Maka syeikh pun memeluk mencium Laksamana. Maka Tun Pekerma dan Tun Kasturi pun bermohonlah pada syeikh itu."},"tiba":{"hlm":"308","petikan":"Maka Laksamana pun berjalanlah dari dusun Bendahara. Setelah sampai ke perahu, lalu dikayuhkan oranglah ke Melaka, terlalu sekali laju."},"di_sana":"Tiada apa-apa diceritakan; dusun Bendahara hanya disebut sebagai tempat Hang Tuah mula berjalan menuju ke perahu.","pasti":"tersirat","catatan":"Teks tidak menceritakan perjalanan dari dusun syeikh balik ke dusun Bendahara. Sebaik sahaja bermohon daripada syeikh, ayat seterusnya menyebut Laksamana \"berjalanlah dari dusun Bendahara\". Boleh jadi juga pengarang menganggap kedua-dua dusun itu satu kawasan yang sama."},{"n":57,"bab":17,"dari":"dusun Bendahara","ke":"Melaka","cara":"sungai","kend":"perahu","tujuan":"dipanggil raja untuk membunuh Hang Jebat","bersama":["Tun Pekerma","Tun Kasturi"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"308","petikan":"Maka Laksamana pun berjalanlah dari dusun Bendahara. Setelah sampai ke perahu, lalu dikayuhkan oranglah ke Melaka, terlalu sekali laju."},"tiba":{"hlm":"308","petikan":"Setelah sampai maka Laksamana pun hendak mengikat dirinya, maka kata Tun Pekerma, “Akan titah raja pada hamba, ‘Jika Laksamana hendak mengikat dirinya jangan diberi.’”"},"di_sana":"Hang Tuah disambut orang Melaka dan raja di kampung Bendahara, berurut lima hari, memilih keris, lalu bertikam dengan Hang Jebat di istana dan menikamnya. Selepas Hang Tuah berkhalwat tiga hari di rumahnya, Hang Jebat datang menyerah diri dan mati di ribaannya; kemudian dia dan Bendahara membina istana baharu.","pasti":"nyata","catatan":"Hang Tuah berjalan kaki dahulu dari dusun Bendahara ke perahu, kemudian dikayuh ke Melaka. Tempoh perjalanan pulang tidak disebut, hanya \"terlalu sekali laju\", walaupun bab 15 menyebut jaraknya tujuh hari tujuh malam. Hang Tuah berkata dia sudah empat bulan tidak memegang keris, manakala Syeikh Mansur meramalkan dua puluh hari. Semua pergerakan selepas ini (kampung Bendahara, istana, rumah, pasar) berlaku dalam kota Melaka."},{"n":58,"bab":19,"dari":"Melaka","ke":"Pulau Biram Dewa","cara":"laut","kend":"Mendam Berahi","tujuan":"utusan raja Melaka ke benua Keling; singgah kerana ingin melihat pulau itu","bersama":["Maharaja Setia"],"tempoh":"tujuh hari tujuh malam, kemudian sehari semalam lagi","berangkat":{"hlm":"341","petikan":"Maka Laksamana pun menyuruh membongkar sauh dan memasang tunggul dan memasang bedil. Maka dikerjakan oranglah; Laksamana pun belayarlah."},"tiba":{"hlm":"342","petikan":"Hatta dengan seketika itu juga angin pun turutan. Maka Laksamana pun sampailah ke pulau itu. Maka perahu dua belas buah itu pun lagi tinggal di belakang."},"di_sana":"Laksamana berjalan seorang diri mengelilingi pulau, bertemu orang tua yang sedang sembahyang (Nabi Khidir), mendengar ramalan tentang perutusannya ke benua Keling dan benua China, dan menerima buah kayu ajaib sebelum kembali ke perahu.","pasti":"nyata","catatan":"Awal bab: Laksamana mengadap raja Melaka bersama Bendahara dan Temenggung, dan surat dikarang atas nama 'Seri Sultan Melaka', jadi dia berada di Melaka. Nama pulau diberi oleh mualim: 'pulau yang bernama Biram Dewa' (hlm. 341). Dua belas perahu pengiring belayar mengikut Mendam Berahi tetapi tertinggal di belakang semasa persinggahan ini. Tun Kasturi baru digelar Maharaja Setia sebelum bertolak (hlm. 339)."},{"n":59,"bab":19,"dari":"Pulau Biram Dewa","ke":"Nagapatam","cara":"laut","kend":"Mendam Berahi","tujuan":"utusan raja Melaka ke benua Keling","bersama":["Maharaja Setia"],"tempoh":"tiga hari tiga malam hingga kelihatan jajahan benua Keling, kemudian tujuh hari tujuh malam","berangkat":{"hlm":"343","petikan":"Maka Laksamana pun belayarlah dari sana, tiga hari tiga malam, suatu pun tiada dilihatnya melainkan langit dan air juga."},"tiba":{"hlm":"343","petikan":"Setelah pagi-pagi hari maka kelihatan jajahan benua Keling yang kota itu. Maka Laksamana pun belayarlah tujuh hari tujuh malam. Maka sampailah ke benua Keling."},"di_sana":"Laksamana disambut syahbandar di kuala, diberi sebuah gedung singgah di darat, dan beberapa kali ke rumah saudagar Nala Sang Guna yang mengambilnya sebagai anak, sementara menunggu Kisna Rayan menyuruh menyambut surat. Orang Melaka bertengkar dengan soldadu Feringgi kerana berlabuh di pengkalan perahu utusan Feringgi.","pasti":"nyata","catatan":"Teks ketibaan hanya menyebut 'sampailah ke benua Keling'; nama pelabuhan itu, Nagapatam, muncul kemudian (hlm. 346 'orang negeri Nagapatam', hlm. 348 Nala Sang Guna 'kembali ke Nagapatam', hlm. 361 dan 363). Jajahan benua Keling 'yang kota itu' hanya kelihatan dari laut, tidak disinggahi, jadi tidak dicatat sebagai gerak sendiri. Kiraan mualim (hlm. 341): dari pulau tiga hari tiga malam ke jajahan benua Keling, dari jajahan itu tujuh malam ke 'jajahan kuala benua Keling'."},{"n":60,"bab":19,"dari":"Nagapatam","ke":"Bijaya Nagaram","cara":"darat","kend":"kuda","tujuan":"mengiringkan surat dan bingkis raja Melaka mengadap Kisna Rayan","bersama":["Maharaja Setia","Nala Sang Guna"],"tempoh":"berapa hari di jalan (syahbandar menyebut Bijaya Nagaram tujuh hari jauhnya)","berangkat":{"hlm":"348","petikan":"Maka Laksamana pun naik kuda. Maka segala pegawai dari Melaka yang dua belas itu pun masing-masing naiklah kuda lalu berjalan dengan segala bunyi-bunyian terlalu gempita bunyinya."},"tiba":{"hlm":"348","petikan":"Berapa hari di jalan maka kelihatanlah kota negeri Bijaya Nagaram terdinding seperti kapas sudah terbusar. Setelah hampirlah maka dilihat oleh Laksamana pintu gerbang negeri itu sekaliannya diukir rupa binatang terlalu indah-indah"},"di_sana":"Laksamana mengadap Kisna Rayan dan bersembah dalam bahasa Nagaram, menunggang kuda tezi yang garang, menasihati Nala Sang Guna memasak dengan kain bercelup minyak apabila kayu api dilarang dijual, menanam biji buah ajaib di taman raja, membunuh seorang pendekar yang mengadangnya, dan melihat sitam berama serta balai derma. Kisna Rayan menitahkannya menjadi utusan ke benua China.","pasti":"nyata","catatan":"Surat dan bingkis dinaikkan ke atas gajah; Laksamana dan dua belas pegawai Melaka naik kuda. Selepas mengadap, teks berkata Laksamana pulang 'ke rumahnya' bersama Nala Sang Guna dan syahbandar dan kembali ke 'gedung tempatnya singgah', seolah-olah rumah Nala Sang Guna berada di kota raja; teks tidak membezakan dengan jelas Nagapatam dengan Bijaya Nagaram di bahagian ini. Lawatan ke sitam berama (dua malam, hlm. 362) dicatat teks sebagai 'berjalan berkeliling negeri itu', jadi dianggap dalam lingkungan kota dan tidak dijadikan gerak."},{"n":61,"bab":19,"dari":"Bijaya Nagaram","ke":"Nagapatam","cara":"darat","kend":"kuda","tujuan":"turun ke pelabuhan untuk belayar ke benua China","bersama":["Maharaja Setia","Nala Sang Guna"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"363","petikan":"Maka Nala Sang Guna pun naik ke atas usungan. Maka Laksamana dan Maharaja Setia dan segala Melayu yang banyak itu pun naik kuda."},"tiba":{"hlm":"363","petikan":"Maka Laksamana pun sampailah ke Nagapatam. Maka surat dan bingkis itu pun disambut orang ditaruh pada tempat yang mulia."},"di_sana":"Orang Laksamana dan Nala Sang Guna memuat dagangan untuk dibawa ke benua China; surat dan bingkis Kisna Rayan diarak ke perahu dan Laksamana bermohon kepada Nala Sang Guna.","pasti":"nyata","catatan":"Kisna Rayan bertitah 'Tujuh hari lagi Laksamana akan berjalan ke Nagapatam itu' (hlm. 361). Tempoh perjalanan turun ini tidak disebut."},{"n":62,"bab":19,"dari":"Nagapatam","ke":"benua China","cara":"laut","kend":"Sairul Alamin","tujuan":"utusan Kisna Rayan kepada raja benua China","bersama":["Maharaja Setia","Tun Pekerma Indera","Tun Bijaya Pekerma"],"tempoh":"kira-kira dua bulan","berangkat":{"hlm":"364","petikan":"Maka Laksamana dan Maharaja Setia pun naiklah ke atas Sairul Alamin. Maka bunyi-bunyian pun dipalu oranglah dan meriam pun dipasang oranglah seperti bertih. Maka segala kelengkapan pun menarik layar lalu belayarlah."},"tiba":{"hlm":"364","petikan":"Kira-kira dua bulan lamanya maka Laksamana pun sampailah ke benua China yang bernama Bakang Hainam itu."},"di_sana":"Laksamana berlabuh dekat ghali Feringgi, mengiringkan surat yang diarak masuk ke negeri dan balairung, mengadap raja China, dan berjaya melihat wajah raja di dalam mulut naga emas dengan helah menyuap sayur kangkung yang panjang. Dia melihat rumah-rumah berhala di tengah negeri dan tinggal kira-kira dua bulan.","pasti":"nyata","catatan":"Teks menamakan tempat tiba 'benua China yang bernama Bakang Hainam'; tiada persinggahan disebut sepanjang pelayaran dua bulan itu. Kapal kali ini dinamakan Sairul Alamin, bukan Mendam Berahi. Laksamana berkata hanya tujuh daripada dua belas perahunya yang pergi, bersama kapal dagang Nala Sang Guna (hlm. 363). Nama Tun Bijaya Pekerma dieja 'Tun Wijaya Pekerma' pada hlm. 370."},{"n":63,"bab":19,"dari":"benua China","ke":"Nagapatam","cara":"laut","kend":"perahu","tujuan":"kembali membawa surat balasan raja China kepada Kisna Rayan","bersama":["Maharaja Setia"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"371","petikan":"Maka payung iram kuning pun terkembanglah keempat puluhnya di atas kepala Laksamana dan bedil pun dipasang oranglah dan sauh pun dibongkar oranglah lalu berdayung keluar ke kuala."},"tiba":{"hlm":"372","petikan":"Maka Laksamana pun belayar menuju tanah benua Keling. Berapa lamanya maka sampailah ke benua Keling. Maka bedil pun dipasang oranglah."},"di_sana":"Perahu Laksamana berlabuh di kuala dan orang bandar memberitahu raja bahawa Laksamana sudah datang; Bendahara dikerah menyambut surat.","pasti":"nyata","catatan":"Teks hanya menyebut 'sampailah ke benua Keling' dan 'ada berlabuh di kuala'; ditafsirkan sebagai Nagapatam, pelabuhan yang sama semasa pergi. Tempoh hanya 'berapa lamanya'. Pertempuran dengan empat puluh perahu Feringgi berlaku sebaik keluar dari kuala benua China 'ke laut' (hlm. 371-372); tempat itu tidak bernama, jadi tidak dicatat sebagai gerak sendiri. Dalam pertempuran itu perahu Laksamana disebut 'ghali Laksamana'."},{"n":64,"bab":19,"dari":"Nagapatam","ke":"Bijaya Nagaram","cara":"darat","kend":"","tujuan":"mengiringkan surat raja China mengadap Kisna Rayan","bersama":[],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"372","petikan":"Syahadan Laksamana pun sudah hadir. Setelah sampai ke pantai, maka surat dan bingkis itu pun dinaikkan oranglah ke atas, lalu diarak masuk ke dalam kota."},"tiba":{"hlm":"372","petikan":"Setelah datang ke balairung, maka titah Kisna Rayan, “Mari Laksamana duduk, aku hendak mendengar khabar benua China itu.” Maka ia pun menjunjung duli lalu duduk."},"di_sana":"Laksamana menceritakan hal negeri China kepada Kisna Rayan dan dipersalin. Dia tinggal kira-kira sebulan di benua Keling; isteri Nala Sang Guna melahirkan anak lelaki dan Laksamana ditimbun dengan emas hingga ke leher sebagai balasan, lalu dia memohon pulang ke Melaka.","pasti":"tersirat","catatan":"Teks di sini tidak menamakan Bijaya Nagaram dan tidak menyebut perjalanan darat berhari-hari: surat diarak dari pantai terus 'masuk ke dalam kota' ke balairung Kisna Rayan. Oleh sebab Kisna Rayan bersemayam di Bijaya Nagaram (hlm. 344, 347), Laksamana dianggap naik semula ke sana; ini tafsiran, bukan pernyataan teks."},{"n":65,"bab":19,"dari":"Bijaya Nagaram","ke":"Nagapatam","cara":"darat","kend":"","tujuan":"turun ke perahu untuk pulang ke Melaka","bersama":["Maharaja Setia"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"373","petikan":"Maka surat dan bingkis itu pun dinaikkan oranglah ke atas gajah lalu diarak keluar kota dengan segala bunyi-bunyian."},"tiba":{"hlm":"373","petikan":"Setelah sampai ke perahu; maka surat dan bingkis itu pun disambut oleh Laksamana ditaruhnya pada tempat yang mulia."},"di_sana":"Laksamana menyambut surat dan bingkis Kisna Rayan di perahu lalu terus berangkat.","pasti":"tersirat","catatan":"Teks hanya menyebut surat 'diarak keluar kota' dan 'sampai ke perahu' tanpa menamakan Nagapatam atau menyebut tempoh; nama tempat disimpulkan daripada perjalanan pergi (hlm. 363)."},{"n":66,"bab":19,"dari":"Nagapatam","ke":"Melaka","cara":"laut","kend":"perahu","tujuan":"pulang membawa surat dan bingkis Kisna Rayan kepada raja Melaka","bersama":["Maharaja Setia"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"373","petikan":"Maka sauh pun dibongkar oranglah lalu berdayung hilir lalu menarik layar belayar."},"tiba":{"hlm":"374","petikan":"Hatta berapa lamanya maka sampailah ke kuala Melaka. Maka bedil pun dipasang oranglah. Maka syahbandar pun masuk berdatang sembah kepada raja, “Ya tuanku, Laksamana sudah datang.”"},"di_sana":"Surat diarak ke balairung dan dibaca; Laksamana sujud di kaki raja dan meriwayatkan pengalamannya di benua Keling dan benua China. Kurnia raja kepadanya bertambah dan pegawai lain dengki kepadanya.","pasti":"nyata","catatan":"Tiada persinggahan disebut dalam pelayaran pulang dan tempohnya hanya 'berapa lamanya'. Kisna Rayan turut menghantar Seri Kamala Dewa dengan enam buah kapal ke Bukit Seguntang (hlm. 373); teks tidak menyatakan sama ada mereka belayar bersama Laksamana."},{"n":67,"bab":20,"dari":"Melaka","ke":"Tuban","cara":"laut","kend":"Sairul Alamin","tujuan":"menghantar Raden Bahar untuk dirajakan di Majapahit","bersama":["Raden Bahar","Patih Kerma Wijaya","Maharaja Setia"],"tempoh":"dua belas hari dua belas malam","berangkat":{"hlm":"376","petikan":"Setelah sampai ke perahu maka Laksamana mengatur dan mengerahkan segala perahu itu. Setelah lepaslah alangan, maka Sairul Alamin pun belayarlah. Maka segala perahu yang banyak itu pun belayarlah."},"tiba":{"hlm":"376","petikan":"Dua belas hari dua belas malam maka sampailah ke Tuban lalu naik berjalan dari Tuban ke Majapahit."},"di_sana":"Rombongan naik ke darat di Tuban dan terus berjalan ke Majapahit.","pasti":"nyata","catatan":"Patih Kerma Wijaya dan Maharaja Setia tidak dinamakan semasa bertolak; mereka disebut bersama Laksamana di Majapahit (hlm. 377). Maharaja Dewa dan Tun Ratna Diraja pula muncul berperahu sendiri dalam pelayaran pulang (hlm. 380)."},{"n":68,"bab":20,"dari":"Tuban","ke":"Majapahit","cara":"darat","kend":"","tujuan":"menghantar Raden Bahar untuk dirajakan di Majapahit","bersama":["Raden Bahar","Patih Kerma Wijaya","Maharaja Setia"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"376","petikan":"Dua belas hari dua belas malam maka sampailah ke Tuban lalu naik berjalan dari Tuban ke Majapahit."},"tiba":{"hlm":"376","petikan":"Setelah sampai ke Majapahit, maka Patih Gajah Mada pun datang menyambut dengan segala raja-raja dibawanya masuk ke dalam istana."},"di_sana":"Laksamana berunding dengan Patih Gajah Mada dan hadir semasa Raden Bahar ditabalkan. Dia tinggal di kampung raja Melaka, kemudian bermohon pulang kepada Seri Betara yang baharu sambil meramalkan akan ada peperangan dalam perjalanan.","pasti":"nyata","catatan":"Teks hanya menyebut 'naik berjalan' tanpa kenderaan atau tempoh."},{"n":69,"bab":20,"dari":"Majapahit","ke":"Tuban","cara":"darat","kend":"kuda","tujuan":"pulang ke Melaka selepas merajakan Raden Bahar","bersama":["Patih Kerma Wijaya","Maharaja Setia"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"378","petikan":"Setelah sudah maka Laksamana dan segala pegawai pun menjunjung duli lalu keluar berjalan naik kuda dengan segala pegawai lalu berjalan dengan segala orangnya."},"tiba":{"hlm":"379","petikan":"Sebermula Laksamana berjalan itu dari Majapahit turun ke Tuban itu, setelah datang ke Tuban, maka segala pegawai yang berserta Laksamana itu pun naiklah masing-masing pada perahunya."},"di_sana":"Para pegawai naik ke perahu masing-masing; Laksamana berpesan kepada Maharaja Setia supaya perahu jangan bercerai kerana firasatnya akan bertemu lawan di hadapan.","pasti":"nyata","catatan":""},{"n":70,"bab":20,"dari":"Tuban","ke":"Tanjung Krawang","cara":"laut","kend":"perahu","tujuan":"pelayaran pulang ke Melaka; diadang Adipati Solok","bersama":["Maharaja Setia","Maharaja Dewa","Patih Kerma Wijaya","Tun Ratna Diraja"],"tempoh":"tiga hari tiga malam","berangkat":{"hlm":"379","petikan":"Maka Laksamana pun menyuruh orang membongkar sauh lalu menarik layar, lalulah belayar. Maka segala perahu yang banyak itu pun belayarlah."},"tiba":{"hlm":"379","petikan":"Tiga hari tiga malam maka Laksamana pun sampailah ke Tanjung Krawang."},"di_sana":"Lima belas perahu Adipati Solok, anak pengeran Berunai, mengadang dan membedil perahu Laksamana. Laksamana membaca pustakanya sehingga bedil musuh tidak berbunyi, memanah patah tiang dan kemudi perahu Adipati Solok, dan Adipati Solok menyerah diri lalu dipelawa ke Melaka.","pasti":"nyata","catatan":"Tempat pertempuran laut ini bernama: 'tanjung Jayakatra, namanya tanjung itu Tanjung Krawang' (hlm. 378). Laksamana tidak mendarat; pertempuran berlaku di perairan tanjung itu. Maharaja Setia dan Maharaja Dewa sempat mengejar perahu yang lari ke laut lalu kembali."},{"n":71,"bab":20,"dari":"Tanjung Krawang","ke":"Melaka","cara":"laut","kend":"perahu","tujuan":"pulang ke Melaka membawa Adipati Solok","bersama":["Maharaja Setia","Maharaja Dewa","Patih Kerma Wijaya","Tun Ratna Diraja","Adipati Solok","Sang Aria"],"tempoh":"sekira-kira dua puluh hari dua puluh malam","berangkat":{"hlm":"380","petikan":"Maka Laksamana pun menyuruh membongkar sauh lalu belayar."},"tiba":{"hlm":"380","petikan":"Sekira-kira dua puluh hari dua puluh malam, maka sampailah ke kuala Melaka. Maka bedil pun dipasang oranglah."},"di_sana":"Laksamana mengadap raja dan mempersembahkan hal Adipati Solok, yang kemudian dipanggil mengadap. Laksamana memberinya rumah dan memeliharanya, dan menasihati raja supaya anak raja itu dihantar pulang ke Berunai.","pasti":"nyata","catatan":"Dua buah perahu Berunai (perahu Adipati Solok dan perahu Sang Aria) dibawa bersama ke Melaka. Tiada persinggahan disebut."},{"n":72,"bab":20,"dari":"Melaka","ke":"Berunai","cara":"laut","kend":"Sairul Alamin","tujuan":"menghantar Adipati Solok pulang ke Berunai","bersama":["Adipati Solok","Maharaja Setia","Sang Aria"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"383","petikan":"Setelah sampai maka surat itu pun disimpanlah oleh Laksamana naik kepada Sairul Alamin. Maka Adipati Solok pun diberi naik Mendam Berahi dengan segala orangnya dua buah perahu itu. Maka sauh pun dibongkar oranglah lalu berdayung hilir serta menarik layarlah."},"tiba":{"hlm":"383","petikan":"Berapa lamanya maka sampailah ke kuala Berunai. Bedil itu pun dipasang oranglah."},"di_sana":"Surat dan bingkis diarak masuk ke kota dan Laksamana mengadap Adipati Agung, pengeran Berunai. Dia memohon ampun bagi pegawai Berunai yang lari meninggalkan Adipati Solok sehingga mereka dilepaskan, dan tinggal di Berunai beberapa bulan sambil mengadap raja setiap hari.","pasti":"nyata","catatan":"Laksamana naik Sairul Alamin manakala Adipati Solok diberi naik Mendam Berahi. Tempoh pelayaran hanya 'berapa lamanya'; tiada persinggahan disebut. Laksamana menyebut perjanjiannya sebulan pergi balik tetapi sudah 'tengah tiga bulan' (hlm. 385)."},{"n":73,"bab":20,"dari":"Berunai","ke":"Melaka","cara":"laut","kend":"perahu","tujuan":"pulang membawa surat dan bingkis pengeran Berunai","bersama":["Maharaja Setia"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"386","petikan":"Setelah Laksamana lepaslah halangan, maka Laksamana pun belayarlah. Maka segala perahu yang banyak itu pun belayarlah menuju tanah Melaka."},"tiba":{"hlm":"386","petikan":"Hatta berapa lamanya belayar itu, maka sampailah ke kuala Melaka. Maka bedil pun dipasang orang seperti bertih bunyinya."},"di_sana":"Surat dan bingkis Berunai diarak ke balairung dan dibaca oleh Patih Kerma Wijaya; Laksamana mempersembahkan gendaga yang masih di perahu, kemudian pulang ke rumahnya.","pasti":"nyata","catatan":"Teks menyebut 'Laksamana keempat bersaudara' dan 'orang kaya-kaya tiga ini' tanpa menamakan mereka; hanya Maharaja Setia yang dinamakan bersama Laksamana semasa tiba di Berunai (hlm. 383). Dua belas buah perahu sarat dengan gendaga. Tempoh hanya 'berapa lamanya'."},{"n":74,"bab":21,"dari":"Melaka","ke":"Patani","cara":"laut","kend":"ghali","tujuan":"singgah melihat negeri Patani dalam pelayaran utusan ke benua Siam","bersama":["Maharaja Setia"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"388","petikan":"Setelah sudah maka Laksamana pun menyuruh membongkar sauh berdayung hilir sambil memasang bedil. Setelah sampai ke laut, lalu menarik layar lalu belayar menuju benua Siam."},"tiba":{"hlm":"389","petikan":"Maka Laksamana pun turun ke sampan lalu menuju Patani. Setelah datang ke pantai, maka Laksamana pun naik ke darat lalu ke bandar."},"di_sana":"Laksamana naik ke darat, masuk ke bandar dan melihat kota Patani; dia memuji kedudukan negeri itu yang sukar dialahkan musuh, lalu turun semula ke perahu.","pasti":"nyata","catatan":"Teks menyebut perahu \"sampailah antara Hujung Sawang\" (hlm. 388) sebelum mualim memberitahu negeri itu Patani; perahu dibelokkan \"menuju penarikan lalu dilabuhnya\" dan Laksamana ke darat dengan sampan. Hujung Sawang dan \"penarikan\" tidak dicatat sebagai gerak berasingan kerana kedua-duanya titik di perairan Patani, bukan persinggahan. Persinggahan ini sudah dijanjikan Laksamana kepada raja sebelum bertolak (hlm. 388). Perahunya disebut \"perahu ghali\" (hlm. 389); namanya tidak diberi."},{"n":75,"bab":21,"dari":"Patani","ke":"benua Siam","cara":"laut","kend":"ghali","tujuan":"utusan raja Melaka meminta beli gajah daripada Phra Cau","bersama":["Maharaja Setia"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"389","petikan":"Setelah sudah maka Laksamana pun turun ke perahu lalu belayar menuju Siam."},"tiba":{"hlm":"389","petikan":"Berapa lamanya maka sampailah ke benua Siam. Maka bedil pun dipasang oranglah terlalu azmat bunyinya."},"di_sana":"Laksamana mengadap Phra Cau tanpa merangkak, membunuh pendekar Jepun Cin Cu dan empat orang pengikutnya, mempersembahkan gendaga dari Berunai sebagai belanja negeri, lalu dianugerahi sepuluh ekor gajah (enam untuk raja Melaka, empat untuk dirinya).","pasti":"nyata","catatan":"Teks tidak menamakan kota raja Siam; hanya \"benua Siam\" dan \"kota wang\". Tempoh tinggal tidak dinyatakan (\"Berapa lamanya Laksamana duduk di benua Siam itu\"); Laksamana menyebut janjinya dengan sultan Melaka \"sekadar empat bulan juga pergi datang\" (hlm. 393)."},{"n":76,"bab":21,"dari":"benua Siam","ke":"kuala benua Siam","cara":"sungai","kend":"ghali","tujuan":"hilir untuk pulang ke Melaka; diadang perahu Jepun dari Kemboja di kuala","bersama":["Maharaja Setia"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"394","petikan":"Setelah sampai ke perahu, maka Laksamana pun menyembah lalu keluar. Maka sauh pun dibongkar oranglah dan memasang bedil lalu hilir ke kuala."},"tiba":{"hlm":"394","petikan":"Sebermula maka Laksamana pun sampailah ke tempat perahu Jepun itu. Maka oleh Jepun itu dibedilnya."},"di_sana":"Laksamana dan Maharaja Setia melanggar dan mengalahkan perahu-perahu Jepun yang mengadang di kuala, lalu memuat emas, perak dan harta rampasan sehingga perahu Laksamana sarat.","pasti":"nyata","catatan":"Nama \"kuala benua Siam\" diambil daripada hlm. 392 (\"Jepun itu pun hilirlah ke kuala benua Siam\"); pada hlm. 394 teks hanya berkata Jepun \"duduk di kuala itu\" dan Laksamana \"hilir ke kuala\". Dicatat sebagai gerak berasingan kerana kuala itu tempat pertempuran, berlainan daripada kota raja di hulu. Kalau peta tidak membezakan kuala daripada kota, gerak ini boleh dicantum dengan gerak berikutnya."},{"n":77,"bab":21,"dari":"kuala benua Siam","ke":"Melaka","cara":"laut","kend":"ghali","tujuan":"pulang membawa surat, bingkis dan gajah daripada Phra Cau","bersama":["Maharaja Setia"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"394","petikan":"Setelah sudah bermuat maka Laksamana pun belayarlah menuju kuala Melaka."},"tiba":{"hlm":"394","petikan":"Berapa hari lamanya maka sampailah ke kuala Melaka lalu berdayung memasang bedil. Maka dipersembahkan syahbandar kepada Bendahara mengatakan Laksamana sudah datang."},"di_sana":"Surat Phra Cau diarak ke balairung dan dibaca; Laksamana meriwayatkan perjalanannya kepada raja, dan raja menamai dua ekor gajah itu Pudi Manikam dan Permata Sailan.","pasti":"nyata","catatan":"Tiada persinggahan disebut dalam pelayaran pulang; Patani tidak disebut lagi."},{"n":78,"bab":22,"dari":"Melaka","ke":"Lingga","cara":"tidak dinyatakan","kend":"","tujuan":"mencari tempat untuk dibuat negeri bagi anakanda raja","bersama":["Bendahara"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"397","petikan":"Setelah keesokan harinya maka Bendahara dan Laksamana pun pergilah melihat tempat yang mana baik, segenap pulau yang besar."},"tiba":{"hlm":"397","petikan":"Maka lalulah pergi ke gunung pula. Maka dilihatnya pada lurah bukit itu terlalu permai dengan medannya, patut diperbuatkan negeri."},"di_sana":"Bendahara dan Laksamana memilih lurah bukit yang bersungai besar, menyuruh rakyat menyucikan tanah seluas dua yujana mata memandang, dan membuat kota parit serta bandar.","pasti":"nyata","catatan":"Nama tempat tidak disebut semasa tiba; ia hanya dinamakan apabila mereka melapor kepada raja: \"sudahlah patik perbuatkan negeri itu pada gunung Lingga\" (hlm. 397). Ditulis \"Lingga\" supaya sama dengan \"tanah Lingga\" pada hlm. 411. Sebelum sampai ke gunung itu mereka melihat \"segenap pulau yang besar\" yang tidak dinamakan dan tidak berkenan; pulau-pulau itu tidak dicatat sebagai gerak. Cara perjalanan tidak dinyatakan di sini, walaupun pelayaran ke Lingga kemudian (hlm. 411) melalui laut."},{"n":79,"bab":22,"dari":"Lingga","ke":"Melaka","cara":"tidak dinyatakan","kend":"","tujuan":"pulang melapor kepada raja","bersama":["Bendahara"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"397","petikan":"Setelah sudah maka Bendahara pun berkata, “Marilah kita kembali mengadap Duli Yang Dipertuan dahulu.” Maka kata Laksamana, “Silakanlah datuk, diperhamba iringkan.”"},"tiba":{"hlm":"397","petikan":"Maka Bendahara dan Laksamana pun kembalilah. Setelah sampai ke negeri, lalu masuk mengadap raja, sembahnya,"},"di_sana":"Mereka mengadap raja dan melaporkan negeri di gunung Lingga sudah siap dengan bandarnya; kemudian Laksamana pulang ke rumah.","pasti":"nyata","catatan":"Teks hanya berkata \"sampai ke negeri\"; Melaka difahami daripada konteks (mereka terus mengadap raja Melaka)."},{"n":80,"bab":22,"dari":"Melaka","ke":"Terengganu","cara":"laut","kend":"Mendam Berahi","tujuan":"mengalahkan Terengganu atas titah raja selepas bahtera Raja Culan tenggelam","bersama":["Maharaja Setia","Patih Kerma Wijaya","Tun Lekir","Tun Lekiu"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"408","petikan":"Maka Mendam Berahi pun berdayung hilirlah. Setelah lepas halangan, maka segala perahu yang tujuh puluh itu pun menarik layarlah menuju tanah Terengganu."},"tiba":{"hlm":"408","petikan":"Hatta berapa lamanya maka Laksamana pun sampailah ke Terengganu. Maka tatkala itu raja Terengganu dengan segala menteri pegawai rakyat sekalian habis huru-hara, yang ke sana sini pergi datang, sebab ia kebakaran api itu."},"di_sana":"Laksamana naik ke darat dan melanggar negeri itu; raja Terengganu undur ke hulu dan Terengganu takluk ke Melaka. Di istana dia mendapati puteri Sekanda Jaya Leka dan Megat Maksum, lalu membawa mereka serta harta ke perahu.","pasti":"nyata","catatan":"Angkatan tujuh puluh buah perahu. Teks menyebut \"Laksamana kelimanya\": Laksamana, Maharaja Setia, Patih Kerma Wijaya, Tun Lekir dan Tun Lekiu."},{"n":81,"bab":22,"dari":"Terengganu","ke":"Melaka","cara":"laut","kend":"Mendam Berahi","tujuan":"pulang membawa tawanan dan harta rampasan Terengganu","bersama":["puteri Sekanda Jaya Leka","Megat Maksum"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"408","petikan":"Maka Laksamana pun mengerahkan segala orangnya turun ke perahunya lalu membongkar sauh berdayung hilir. Telah lepas halangan maka Laksamana pun belayarlah."},"tiba":{"hlm":"408","petikan":"Hatta berapa lamanya belayar itu, maka Laksamana pun sampailah ke Melaka lalu naiklah membawa puteri Sekanda Jaya dengan Megat Maksum itu dengan segala harta Terengganu itu pun semuanya dipersembahkan kepada raja."},"di_sana":"Laksamana mempersembahkan tawanan dan harta kepada raja; raja menitahkan harta rampasan dibahagi dan harta kedua-dua tawanan itu dipulangkan.","pasti":"nyata","catatan":"Nama kapal tidak diulang dalam pelayaran pulang; Mendam Berahi diandaikan daripada pelayaran pergi. Pengiring lain (Maharaja Setia, Patih Kerma Wijaya, Tun Lekir, Tun Lekiu) tidak disebut semula tetapi angkatan yang sama. Teks bercanggah tentang puteri itu: di hlm. 408 mula-mula \"puteri Sekanda Jaya Leka\" di istana raja Terengganu, kemudian Laksamana menyebutnya \"anak Bendahara, Tun Sekanda Jaya Leka\"."},{"n":82,"bab":22,"dari":"Melaka","ke":"Bentan","cara":"laut","kend":"perahu","tujuan":"membina istana di Bentan untuk anakanda raja","bersama":[],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"410","petikan":"Setelah sudah, Laksamana pun turunlah ke perahu lalu belayar."},"tiba":{"hlm":"410","petikan":"Setelah sampai ke Bentan, maka Laksamana pun mengerahkan orang bekerja hendak akan segera sudah istana itu."},"di_sana":"Laksamana mengerahkan orang membina istana; selepas berapa puluh hari istana tujuh belas ruang itu siap.","pasti":"nyata","catatan":"Bendahara tidak ikut; Laksamana mencadangkan Bendahara tinggal berlengkap di negeri (hlm. 410). Laksamana membawa pegawai, petuanan dan batin-batin yang tidak dinamakan."},{"n":83,"bab":22,"dari":"Bentan","ke":"Melaka","cara":"laut","kend":"perahu","tujuan":"pulang melapor istana Bentan sudah siap","bersama":[],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"410","petikan":"Hatta berapa puluh hari lamanya maka istana itu pun terdirilah tujuh belas ruang. Setelah sudah maka Laksamana pun kembalilah."},"tiba":{"hlm":"410","petikan":"Serta sampai ke Melaka lalu ia masuk mengadap raja. Maka Laksamana pun duduk menyembah."},"di_sana":"Laksamana melapor kepada raja dan dianugerahi emas dan perak berpuluh-puluh keti; kemudian berlangsung perkahwinan Sultan Mahmud dan Sultan Ahmad di Melaka.","pasti":"nyata","catatan":"Cara dan kenderaan pulang tidak dinyatakan; diandaikan sama dengan pelayaran pergi."},{"n":84,"bab":22,"dari":"Melaka","ke":"Lingga","cara":"laut","kend":"Sairul Alamin","tujuan":"membawa Sultan Mahmud dan Sultan Ahmad untuk dirajakan","bersama":["Sultan Mahmud","Sultan Ahmad"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"411","petikan":"Setelah sudah maka Laksamana pun mengerahkan orangnya membongkar sauh lalu berdayung hilir. Telah lepas alangan maka Sairul Alamin pun menarik layarlah menuju tanah Lingga."},"tiba":{"hlm":"411","petikan":"Hatta berapa antaranya maka anak raja kedua pun sampailah ke Lingga lalu turun di perahunya itu, keduanya menyambut tangan isterinya dibawanya naik ke istana."},"di_sana":"Laksamana mengatur pegawai dan petuanan bersaf-saf dan menjalankan istiadat tabal seorang sultan di Lingga dengan nobat; pegawai baharu diberi nama dan dipersalin.","pasti":"nyata","catatan":"Kedua-dua sultan pergi bersama isteri masing-masing. Teks tidak menamakan sultan yang ditabal di Lingga (\"Maka sultan pun duduklah di istana itu\"); kerana Sultan Ahmad kemudian dibawa ke Bentan, yang di Lingga mestilah Sultan Mahmud. Ini bercanggah dengan titah raja di hlm. 409 yang hendak merajakan Sultan Mahmud di Bentan."},{"n":85,"bab":22,"dari":"Lingga","ke":"Bentan","cara":"laut","kend":"perahu kenaikan","tujuan":"membawa Sultan Ahmad untuk dirajakan di Bentan","bersama":["Sultan Ahmad","Maharaja Setia"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"412","petikan":"Maka sauh pun dibongkar oranglah. Maka perahu kenaikan pun berdayung hilirlah lalu menarik layar menuju tanah Bentan."},"tiba":{"hlm":"412","petikan":"Berapa antaranya maka sampailah ke Bentan. Maka tunggul panji-panji pun didirikan oranglah. Maka bedil pun dipasang oranglah terlalu azmat bunyinya."},"di_sana":"Selepas berjaga-jaga tujuh hari tujuh malam, Laksamana menabalkan Sultan Ahmad, memilih dan menggelar menteri serta seratus dua puluh pegawai; Bentan menjadi bandar besar.","pasti":"nyata","catatan":"Sultan Ahmad pergi bersama isterinya. Maharaja Setia tidak disebut semasa bertolak tetapi ada di Bentan ketika bermohon pulang (hlm. 414), jadi dimasukkan dalam `bersama`. Nama perahu tidak diulang (\"perahu kenaikan\"); mungkin Sairul Alamin yang sama."},{"n":86,"bab":22,"dari":"Bentan","ke":"Melaka","cara":"laut","kend":"perahu","tujuan":"pulang mengadap raja selepas kedua-dua sultan ditabal","bersama":["Maharaja Setia"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"414","petikan":"Setelah sudah sampai ke perahunya maka Laksamana pun mengerahkan orangnya membongkar sauh lalu berdayung hilir. Setelah lepas alangan maka Laksamana pun belayarlah menuju tanah Melaka."},"tiba":{"hlm":"414","petikan":"Hatta berapa lamanya belayar itu maka Laksamana pun sampailah ke kuala Melaka. Maka bedil pun dipasang oranglah seperti bertih. Maka Laksamana dan segala pegawai yang banyak itu pun naiklah berjalan ke pantai lalu masuk ke dalam kota."},"di_sana":"Laksamana sujud di kaki raja, dipeluk dan dicium baginda, lalu melaporkan kedua-dua anakanda sudah bertentuan di kerajaan masing-masing.","pasti":"nyata","catatan":"Pulang terus dari Bentan; tiada persinggahan di Lingga disebut."},{"n":87,"bab":23,"dari":"Melaka","ke":"Pulau Tinggi","cara":"laut","kend":"Mendam Berahi","tujuan":"angkatan menyerang Inderapura kerana pembunuhan Hang Kadim; berlabuh di Pulau Tinggi","bersama":["Maharaja Setia","Tun Lekir","Tun Lekiu"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"421","petikan":"Setelah sampai ke kuala lepas alangan maka Mendam Berahi pun menarik layarlah menuju tanah Inderapura. Adapun perahu serta Laksamana itu enam puluh haluan banyaknya."},"tiba":{"hlm":"421","petikan":"Hatta berapa lamanya belayar itu maka Laksamana pun sampailah ke Pulau Tinggi. Maka sauh pun dilabuhkan oranglah."},"di_sana":"Angkatan berlabuh dan memasang bedil. Utusan raja Inderapura, Seri Maharaja Lela dan Tun Pekerma, datang menjemput; Laksamana menjawab dia datang memeriksa siapa pembunuh Hang Kadim.","pasti":"nyata","catatan":"Angkatan enam puluh buah perahu."},{"n":88,"bab":23,"dari":"Pulau Tinggi","ke":"Inderapura","cara":"laut","kend":"Mendam Berahi","tujuan":"memeriksa pembunuhan Hang Kadim dan menundukkan Inderapura","bersama":["Maharaja Setia","Tun Lekir","Tun Lekiu"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"422","petikan":"Maka Laksamana pun mengerahkan perahu yang banyak itu suruh belayar. Maka Laksamana pun belayarlah menuju Inderapura."},"tiba":{"hlm":"422","petikan":"Berapa antaranya maka Laksamana pun sampailah ke kuala Inderapura, lalu belayar berdayung mudik sambil memasang bedil dan mendirikan tunggul panji-panji dan memalu bunyi-bunyian perang, terlalu gemuruh bunyinya."},"di_sana":"Laksamana berlabuh di pengkalan Bendahara Seri Buana dan mengadap raja Inderapura, yang menyerah dan berjanji menghantar upeti setahun sekali. Laksamana menangkap orang yang terlibat membunuh Hang Kadim (Sang Setu) serta anak bini dan hamba mereka.","pasti":"nyata","catatan":"Dari kuala Inderapura angkatan mudik sungai hingga \"pengkalan Bendahara Seri Buana\" (hlm. 422); bahagian sungai ini tidak dicatat berasingan. Seri Maharaja Lela dan Tun Pekerma pulang ke Inderapura pada masa yang sama."},{"n":89,"bab":23,"dari":"Inderapura","ke":"Melaka","cara":"laut","kend":"Mendam Berahi","tujuan":"pulang membawa persembahan Inderapura dan orang tawanan","bersama":["Maharaja Setia","Tun Lekir","Tun Lekiu"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"423","petikan":"Maka Laksamana pun menyuruh orangnya membongkar sauh lalu berdayung hilir sambil memasang bedil terlalu azmat bunyinya. Setelah lepas alangan, maka Mendam Berahi pun menarik layarlah; maka menuju tanah Melaka."},"tiba":{"hlm":"423","petikan":"Hatta berapa lamanya belayar itu maka Laksamana pun sampailah ke kuala Melaka. Maka bedil pun dipasang oranglah seperti bertih bunyinya."},"di_sana":"Laksamana sujud di kaki raja dan melaporkan hal Inderapura; dia membawa seribu enam ratus lapan orang Inderapura dan dititahkan memilih tempat untuk mereka membuat kampung.","pasti":"nyata","catatan":"Tiada persinggahan di Pulau Tinggi disebut dalam pelayaran pulang."},{"n":90,"bab":24,"dari":"Melaka","ke":"selat Singapura","cara":"laut","kend":"Mendam Berahi","tujuan":"mengiring raja Melaka bermain ke Singapura","bersama":["raja Melaka","Raden Emas Ayu","Tun Teja","Puteri Gunung Ledang","Bendahara Paduka Raja","Maharaja Setia","Maharaja Dewa","Tun Bija Sura","Tun Mat"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"426","petikan":"Setelah sudah beratur maka sekaliannya pun berdayunglah hilir lalu menarik layar menuju Singapura."},"tiba":{"hlm":"426","petikan":"Hatta berapa antaranya maka baginda pun sampailah antara selat Singapura."},"di_sana":"Mahkota raja jatuh ke air ketika baginda menjenguk ikan emas. Laksamana menyelam dan mendapatkannya, tetapi seekor buaya putih menyambar keris pandaknya; mahkota terlepas semula dan kedua-duanya hilang.","pasti":"nyata","catatan":"Tujuan ialah Singapura, tetapi angkatan hanya sampai \"antara selat Singapura\" lalu berpatah balik; Laksamana tidak sampai ke Singapura. Laksamana naik Mendam Berahi, yang juga kenaikan Raden Emas Ayu; raja dan Tun Teja di perahu lain."},{"n":91,"bab":24,"dari":"selat Singapura","ke":"Melaka","cara":"laut","kend":"Mendam Berahi","tujuan":"berpatah balik atas titah raja selepas mahkota hilang","bersama":["raja Melaka","Bendahara Paduka Raja"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"427","petikan":"Maka segala perahu itu pun dikerah oleh Bendahara baliklah, lalu kembali ke Melaka. Maka Laksamana pun terlalu dukacita oleh kerana kerisnya hilang itu."},"tiba":{"hlm":"428","petikan":"Setelah sampai ke negeri maka baginda pun naik ke istana dengan masygulnya, tujuh hari tiada keluar dan Laksamana pun tujuh hari tiada mengadap dan tiada terbit keluar, duduk berkhalwat."},"di_sana":"Laksamana berkhalwat tujuh hari, kemudian mengadap dan dianugerahi keris dari Bukit Seguntang. Sejak kerisnya hilang dia selalu demam dan sakit kepala, lalu jatuh sakit teruk.","pasti":"nyata","catatan":"Petikan `berangkat` bermula di hujung hlm. 427 dan bersambung ke hlm. 428. Seluruh angkatan pulang bersama; hanya raja dan Bendahara disebut namanya."},{"n":92,"bab":24,"dari":"Melaka","ke":"laut sehari belayar dari Melaka","cara":"laut","kend":"Mendam Berahi","tujuan":"mengeluari armada Feringgi yang datang menyerang Melaka","bersama":["Maharaja Setia","Maharaja Dewa"],"tempoh":"sekira-kira sehari belayar","berangkat":{"hlm":"433","petikan":"Setelah sudah maka Laksamana pun menyuruh orangnya berdayung keluar kuala."},"tiba":{"hlm":"433","petikan":"Sekira-kira sehari belayar maka bertemulah dengan ghali Feringgi yang sepuluh buah yang terdahulu itu. Maka lalu berperanglah berbedil-bedilan terlalu azmat tiada berketahuan bunyinya."},"di_sana":"Laksamana mengalahkan beberapa buah ghali Feringgi dan menembak Kapitan Gebernador, tetapi dia sendiri terkena peluru, terpelanting sepuluh depa ke air tanpa luka, dan tidak dapat berkata-kata.","pasti":"nyata","catatan":"Tempat pertempuran TIDAK dinamakan: teks hanya berkata sekira-kira sehari belayar dari kuala Melaka. Nama \"laut sehari belayar dari Melaka\" ialah perihalan, bukan nama tempat dalam teks. Sebelum itu armada Feringgi dikatakan \"di laut Bulang\" (hlm. 431) dan kemudian \"hampir sampailah ke Melaka\" (hlm. 432), jadi tempatnya di antara Melaka dengan perairan Bentan/Bulang; arah tidak dinyatakan. Nama Mendam Berahi hanya disebut ketika Laksamana dinaikkan semula ke atasnya (hlm. 434). Laksamana baru bangun daripada sakit ketika bertolak."},{"n":93,"bab":24,"dari":"laut sehari belayar dari Melaka","ke":"Melaka","cara":"laut","kend":"Mendam Berahi","tujuan":"dibawa undur selepas terkena peluru","bersama":["Maharaja Setia","Maharaja Dewa"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"434","petikan":"Maka segera dinaikkan orang ke atas Mendam Berahi lalu didayung oranglah Mendam Berahi itu menuju negeri Melaka."},"tiba":{"hlm":"435","petikan":"Bermula Laksamana dan Maharaja Setia pun sampailah ia ke Melaka. Maka Laksamana pun diusung oranglah naik ke rumahnya."},"di_sana":"Laksamana diusung ke rumahnya dan diziarahi raja; tiga hari tiga malam dia tidak berkata-kata, makan atau minum. Pada hari keempat dia pulih dan masuk mengadap, tetapi tubuhnya tidak lagi seperti dahulu.","pasti":"nyata","catatan":"Maharaja Setia dan Maharaja Dewa berdayung mengikut perahu Laksamana dari belakang (hlm. 434)."},{"n":94,"bab":25,"dari":"Melaka","ke":"Aceh","cara":"laut","kend":"Mendam Berahi","tujuan":"utusan Raja Melaka ke benua Rom untuk membeli bedil meriam","bersama":["Maharaja Setia","enam belas orang pegawai"],"tempoh":"lima hari lima malam","berangkat":{"hlm":"439","petikan":"Maka Laksamana pun menyuruh orang membongkar sauh lalu berdayung hilir dengan segala bunyi-bunyian, terlalu ramai orang sepanjang sungai itu melihat dia. Setelah lepas alangan, amak Mendam Berahi pun menarik layarlah menuju tanah Aceh, terlalu laju."},"tiba":{"hlm":"439","petikan":"Sekira-kira lima hari lima malam maka Laksamana pun sampailah ke bandar Aceh Darussalam. Maka Mendam Berahi pun dilabuhkan oranglah menantikan perahu banyak dari belakang itu datang"},"di_sana":"Menunggu dua hari sehingga perahu lain sampai, kemudian naik mengadap Sultan Salahuddin, diperjamu dan dikurnia persalin. Tinggal kira-kira dua belas hari di bandar Aceh sambil mengambil sirih pinang, kayu dan air.","pasti":"nyata","catatan":"Teks menyebut \"tanah Aceh\" dan \"bandar Aceh Darussalam\". Angkatan mula-mula disebut empat puluh buah kelengkapan (hlm. 439), kemudian empat puluh dua buah perahu (hlm. 443, 463). Selain Maharaja Setia, \"Maharaja Dewa\" disebut sekali sebagai penumpang Sairul Alamin (hlm. 439). Mula-mula berdayung hilir sungai Melaka, kemudian baru menarik layar."},{"n":95,"bab":25,"dari":"Aceh","ke":"Pulau Dewa","cara":"laut","kend":"Mendam Berahi","tujuan":"pelayaran ke benua Rom","bersama":["Maharaja Setia","enam belas orang pegawai"],"tempoh":"kira-kira sepuluh hari","berangkat":{"hlm":"440","petikan":"Maka Laksamana pun membongkar sauh lalu belayar dengan segala perahu yang banyak itu menuju Pulau Dewa."},"tiba":{"hlm":"440","petikan":"Kira-kira sepuluh hari lamanya maka sampailah antara tanah Dewa. Maka kata Laksamana pada mualim, “Hai mualim, apa nama negeri ini terlalu banyak pulaunya kelihatan di hadapan kita ini?”"},"di_sana":"Tidak mendarat. Laksamana bertanya nama negeri yang banyak pulaunya itu kepada mualim, lalu terus belayar melaluinya.","pasti":"nyata","catatan":"Tempat ini disebut tiga cara dalam teks: \"Pulau Dewa\", \"tanah Dewa\" dan \"negeri Dewa\" (banyak pulaunya). Teks tidak menyebut singgah atau berlabuh, hanya \"belayarlah di situ\"; ini titik laluan, bukan persinggahan di darat."},{"n":96,"bab":25,"dari":"Pulau Dewa","ke":"Bab Mokha","cara":"laut","kend":"Mendam Berahi","tujuan":"pelayaran ke benua Rom","bersama":["Maharaja Setia","enam belas orang pegawai"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"440","petikan":"Maka kata mualim itu, “Hai orang kaya panglima, inilah negeri Dewa namanya.” Maka Laksamana pun belayarlah di situ."},"tiba":{"hlm":"440","petikan":"Berapa lamanya maka sampailah antara Bab Mokha. Maka kata Laksamana pada mualim, “Apa namanya laut ini? Kerana airnya pun terlalu deras, tanah daratannya pun hampir lakunya, pegari kita pandang kiri kanan ini."},"di_sana":"Tidak mendarat. Melalui laut yang deras airnya dengan daratan kelihatan di kiri dan kanan; mualim menerangkan sebelah kiri ialah tanah Habsyah dan sebelah kanan tanah Mokha.","pasti":"nyata","catatan":"Teks menyebut \"antara Bab Mokha\" dan \"laut Mokha\". Tempoh tidak dinyatakan (\"berapa lamanya\"). Titik laluan sahaja, tiada singgah."},{"n":97,"bab":25,"dari":"Bab Mokha","ke":"Judah","cara":"laut","kend":"Mendam Berahi","tujuan":"singgah menziarahi kubur Siti Hawa dalam pelayaran ke benua Rom","bersama":["Maharaja Setia","enam belas orang pegawai"],"tempoh":"kira-kira dua bulan (dikira dari Dewa)","berangkat":{"hlm":"440","petikan":"Maka Laksamana pun belayarlah kira-kira dari Dewa itu dua bulan lamanya, maka Laksamana pun sampailah ke antara laut Judah."},"tiba":{"hlm":"441","petikan":"Maka sauh pun dibongkar oranglah lalu belayar menuju labuhan kapal yang banyak itu dibawa oleh orang bandar itu. Seketika belayar maka sampailah, lalu berlabuh."},"di_sana":"Disambut Syahbandar dan dibawa mengadap Malik R.s.t.l.; naik tinggal di sebuah gedung di darat dengan kira-kira tiga ratus orang. Menziarahi kubur Siti Hawa bersama Syahbandar, lalu bersiap untuk ikut Malik R.s.t.l. ke Mekah kerana bulan haji sudah hampir.","pasti":"nyata","catatan":"Tempoh dua bulan itu dikira teks dari Dewa hingga laut Judah, bukan dari Bab Mokha. Judah disebut \"pengkalan Mekah\". Kubur Siti Hawa terletak di negeri Judah sendiri menurut teks (\"negeri Judah inilah kuburnya\"), jadi ziarah itu tidak dicatat sebagai gerak berasingan. Mendam Berahi berlabuh dua kali: mula-mula di luar kerana laut berkarang, kemudian dibawa orang bandar ke labuhan kapal."},{"n":98,"bab":25,"dari":"Judah","ke":"kaki bukit","cara":"darat","kend":"unta","tujuan":"berjalan ke Mekah untuk naik haji","bersama":["Malik R.s.t.l.","Maharaja Setia"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"444","petikan":"Datanglah kepada dua harinya, maka Malik R.s.t.l. dengan Laksamana dan Maharaja Setia pun bermuat unta lalu berjalan ke Mekah."},"tiba":{"hlm":"444","petikan":"Maka sekira-kira tengah malam Laksamana berjalan itu sampai pada kaki bukit itu, terlalu permai tempat itu. Maka orang sekalian pun berhentilah seketika akan lelahnya."},"di_sana":"Kafilah berhenti berehat. Di tempat sunyi Laksamana bertemu seorang tua yang meminta serial; orang tua itu mengaku dirinya Nabi Hidir dan memberinya sebuah cembul berisi air yang membolehkannya memahami segala bahasa, lalu ghaib.","pasti":"nyata","catatan":"Bukit ini tidak bernama dalam teks (\"kaki bukit itu\"), terletak di jalan antara Judah dan Mekah. Kafilah berjalan malam dan berhenti siang kerana panas. Yang seramai seribu enam ratus orang tinggal di perahu di Judah."},{"n":99,"bab":25,"dari":"kaki bukit","ke":"Mekah","cara":"darat","kend":"unta","tujuan":"naik haji","bersama":["Malik R.s.t.l.","Maharaja Setia"],"tempoh":"dua malam perjalanan (dari Judah)","berangkat":{"hlm":"445","petikan":"Telah sudah ia ke sungai, lalu ia berjalan kembali pada segala khafilah yang banyak itu, lalu berjalan."},"tiba":{"hlm":"445","petikan":"Antara dua malam perjalanan maka sampailah ke Mekah yang maha mulia. Maka Laksamana dan Maharaja Setia pun duduklah di Mekah itu menantikan sampai hari haji, diberi suatu tempat oleh Malik R.s.t.l."},"di_sana":"Mengadap Syarif Ahmad, raja Mekah, dan menziarahi segala kubur syeikh, wali dan nabi sementara menanti hari haji. Menyaksikan rombongan amir haji dari Masir dan Syam tiba.","pasti":"nyata","catatan":"Tempoh dua malam itu ialah jarak Judah ke Mekah seperti kata mualim (hlm. 441). Teks meletakkan peristiwa ini pada tahun hijrah 886 (hlm. 444)."},{"n":100,"bab":25,"dari":"Mekah","ke":"Bukit Arafah","cara":"darat","kend":"","tujuan":"mengerjakan haji","bersama":["Maharaja Setia","Syarif Ahmad","orang Mekah"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"445","petikan":"Setelah sudah maka datanglah pada sembilannya hari bulan Zulhijah. Maka berhimpunlah berjalan sekalian orang Mekah itu pergi dengan Syarif Ahmad itu masing-masing dengan takhta kebesarannya"},"tiba":{"hlm":"445","petikan":"pergi haji ke Bukit Arafah. Maka Laksamana dan Maharaja Setia pun pergilah bersama-sama dengan orang Mekah sekalian itu mengerjakan seperti rukun haji itu."},"di_sana":"Mengerjakan rukun haji bersama orang Mekah pada sembilan hari bulan Zulhijah.","pasti":"nyata","catatan":""},{"n":101,"bab":25,"dari":"Bukit Arafah","ke":"Mina","cara":"darat","kend":"","tujuan":"mengerjakan haji","bersama":["Maharaja Setia"],"tempoh":"","berangkat":null,"tiba":{"hlm":"446","petikan":"lalu turun ke Mina pula melontar batu yang bernama Jamratul Akabah dan Jamratul Wusta dan Jamratul Ula itu. Setelah sudah, lalu mengorban."},"di_sana":"Melontar ketiga-tiga jamrah, berkorban dan bercukur; selesai segala syarat haji, ziarah dan umrah.","pasti":"nyata","catatan":"Ayat ini bersambung dari hlm. 445 (\"Setelah sudah habislah dikerjakannya,\") ke hlm. 446."},{"n":102,"bab":25,"dari":"Mina","ke":"Mekah","cara":"darat","kend":"","tujuan":"pulang ke Mekah selepas haji","bersama":["Maharaja Setia"],"tempoh":"","berangkat":null,"tiba":{"hlm":"446","petikan":"Maka Laksamana dan Maharaja Setia pun kembalilah ke Mekah dengan sekalian orang banyak itu lalu ziarah pula pada makam Ibrahim."},"di_sana":"Menziarahi makam Ibrahim, membeli tirai Kaabah yang disalin pada sepuluh hari bulan, masuk ke dalam Kaabah untuk bersembahyang, mencium Hajarulaswad, tawaf rukun dan mengambil air zamzam.","pasti":"nyata","catatan":""},{"n":103,"bab":25,"dari":"Mekah","ke":"Madinah","cara":"darat","kend":"","tujuan":"menziarahi kubur Nabi","bersama":["Maharaja Setia"],"tempoh":"dua belas hari dua belas malam","berangkat":{"hlm":"446","petikan":"maka Laksamana dan Maharaja Setia pun mengambil air pada telaga zamzam itu lalu berjalan ke Madinah bersama-sama dengan kafilah yang banyak itu."},"tiba":{"hlm":"446","petikan":"Maka Laksamana pun sampailah ke Madinah yang maha mulia itu lalu masuk ke dalam kota Madinah."},"di_sana":"Tinggal di dalam kota Madinah dan menziarahi kubur Nabi.","pasti":"nyata","catatan":"Perjalanan melalui \"padang majnun\", yang kelihatan hanya langit dan bumi. Kenderaan tidak disebut untuk perjalanan ini (berjalan dengan kafilah); unta hanya disebut semasa pergi dari Judah dan semasa pulang dari Madinah."},{"n":104,"bab":25,"dari":"Madinah","ke":"Baki","cara":"darat","kend":"","tujuan":"ziarah kubur","bersama":[],"tempoh":"","berangkat":null,"tiba":{"hlm":"446","petikan":"Sudah itu maka Laksamana pun pergi pula ziarah pada kubur Sayyidina Othman di Baki dan kubur Halimah"},"di_sana":"Menziarahi kubur Sayyidina Othman dan kubur Halimah.","pasti":"nyata","catatan":"Teks tidak menyatakan sama ada Baki di dalam atau di luar kota Madinah. Dicatat sebagai gerak kerana ia tempat ziarah bernama; boleh digabungkan dengan Madinah jika peta tidak membezakannya."},{"n":105,"bab":25,"dari":"Baki","ke":"Jabal Uhud","cara":"darat","kend":"","tujuan":"ziarah kubur","bersama":[],"tempoh":"","berangkat":null,"tiba":{"hlm":"446","petikan":"lalu pergi ziarah pada kubur Sayyidina Hamzah di kaki bukit yang bernama Jabal Uhud itu."},"di_sana":"Menziarahi kubur Sayyidina Hamzah di kaki bukit Jabal Uhud.","pasti":"nyata","catatan":""},{"n":106,"bab":25,"dari":"Jabal Uhud","ke":"Madinah","cara":"darat","kend":"","tujuan":"kembali ke kubur Nabi","bersama":[],"tempoh":"","berangkat":null,"tiba":{"hlm":"446","petikan":"Setelah sudah maka Laksamana pun kembali pergi pada kubur Sallallahu alaihi wasallam mengunjung Nabi Allah dan Sayyidina Abu Bakar dan Omar ibni Khattab dan Fatimah zuhra"},"di_sana":"Menziarahi kubur Nabi, Sayyidina Abu Bakar, Omar ibni Khattab dan Fatimah, menjamah mashaf Sayyidina Othman, dan mengadap Syeikh Jamaluddin, penghulu kubur Nabi, dengan hadiah gaharu, cendana dan kemenyan. Tinggal kira-kira dua belas hari di Madinah.","pasti":"nyata","catatan":"Teks tidak menyebut \"kembali ke Madinah\" secara langsung; yang disebut ialah kembali ke kubur Nabi, yang terletak di Madinah."},{"n":107,"bab":25,"dari":"Madinah","ke":"Judah","cara":"darat","kend":"unta","tujuan":"pulang ke perahu untuk meneruskan pelayaran","bersama":["Maharaja Setia"],"tempoh":"kira-kira sebelas hari","berangkat":{"hlm":"446","petikan":"Maka Laksamana dan Maharaja Setia pun naiklah ke atas unta lalu berjalan turun ke Judah mengikut kafilah yang banyak itu, tiadalah mengikut ke jalan Mekah lagi."},"tiba":{"hlm":"446","petikan":"Kira-kira sebelas hari lamanya maka Laksamana dan Maharaja Setia pun sampailah ke Judah. Maka tatkala itu Malik R.s.t.l. pun kembali dari Mekah."},"di_sana":"Bermohon kepada Malik R.s.t.l. dan Syahbandar dengan bertangis-tangisan, lalu turun ke perahu.","pasti":"nyata","catatan":"Teks menegaskan perjalanan pulang ini terus dari Madinah ke Judah, tidak melalui Mekah. Petikan tiba bersambung dari hlm. 446 ke hlm. 447."},{"n":108,"bab":25,"dari":"Judah","ke":"Masir","cara":"laut","kend":"Mendam Berahi","tujuan":"singgah melihat negeri Masir dan minum air Sungai Nil dalam pelayaran ke benua Rom","bersama":["Maharaja Setia","enam belas orang pegawai"],"tempoh":"kira-kira dua puluh hari","berangkat":{"hlm":"447","petikan":"lalu turun ke perahu serta bertangis-tangisan dan berpeluk bercium dengan Malik R.s.t.l. dan Syahbandar itu. Maka sauh pun dibongkar oranglah lalu menarik layar menuju ke tanah benua Rom."},"tiba":{"hlm":"447","petikan":"Mendam Berahi pun dibelokkan oleh jurumudi menuju kuala Masir. Setelah sampai ke labuhan maka Mendam Berahi pun dilabuhkan oranglah lalu memasang meriam tujuh kali."},"di_sana":"Disambut Syahbandar dan dibawa mengadap Perdana Menteri, yang mengambilnya sebagai anak angkat dan memberinya sebuah gedung di darat. Melihat kebesaran negeri Masir, masuk mengadap bersama Perdana Menteri, dan membeli beberapa ratus pucuk bedil untuk dimuat ke perahu. Tinggal kira-kira tiga bulan.","pasti":"nyata","catatan":"Tempoh dua puluh hari itu ialah dari Judah hingga \"antara laut Masir\". Teks menyebut \"negeri Masir\", \"tanah Masir\", \"kuala Masir\" dan Sungai Nil. Niat menziarahi kubur Nabi Yusuf disebut oleh orang perahu, tetapi ziarah itu sendiri tidak diceritakan. Bilangan bedil yang dibeli di Masir kemudian dinyatakan seratus dua puluh pucuk (hlm. 474), berbeza daripada \"beberapa ratus\" di hlm. 451."},{"n":109,"bab":26,"dari":"Masir","ke":"bandar Ibrahim Kakan","cara":"laut","kend":"Mendam Berahi","tujuan":"utusan mengadap Sultan Rom","bersama":["Maharaja Setia","enam belas orang pegawai"],"tempoh":"sekira-kira tujuh belas (hari) dari jajahan benua Rom ke labuhan; sebelum itu tidak dinyatakan","berangkat":{"hlm":"451","petikan":"Maka Laksamana dan Maharaja Setia pun bermohonlah pada Perdana Menteri kedua laki isteri dan Syahbandar, serta berpeluk bercium bertangis-tangisan, lalu turun ke perahu lalu belayar dengan segala perahu sekalian itu menuju tanah benua Rom."},"tiba":{"hlm":"452","petikan":"maka Laksamana pun sampailah ke jajahan benua Rom yang berkota di tepi laut itu berpuluh-puluh buah negeri itu. Sekira-kira tujuh belas dari situ, dari pagi-pagi hari, maka sampailah ke negeri Rom yang bernama Setambul itu."},"di_sana":"Berlabuh dan menunggu tiga hari tiga malam sehingga perahu lain sampai. Disambut Syahbandar, naik ke darat mengadap Ibrahim Kakan, yang mengambilnya sebagai anak dan memberinya sebuah gedung untuk empat ratus tujuh puluh orangnya. Menunggu di situ sementara Ibrahim Kakan pergi ke Setambul menyembahkan kedatangannya.","pasti":"nyata","catatan":"Percanggahan dalam teks: hlm. 452 mengatakan Laksamana \"sampailah ke negeri Rom yang bernama Setambul\" dan berlabuh, tetapi Ibrahim Kakan kemudian berkata Setambul itu \"empat puluh hari perjalanan dari sini\" (hlm. 455), dan tempat berlabuh itu disebut \"laut bandar Ibrahim Kakan\" (hlm. 465), \"negeri Ibrahim Kakan yang di tepi laut\" dan \"kampung Ibrahim Kakan\" (hlm. 475). Maka pelabuhan ini dinamakan \"bandar Ibrahim Kakan\", sebuah bandar pantai dalam jajahan benua Rom; Setambul dicatat sebagai gerak berikutnya. Gerak ini bermula di hujung bab 25 (hlm. 451) dan tiba pada awal bab 26. Perkataan \"hari\" tiada dalam teks selepas \"tujuh belas\". Perdana Menteri Masir menyebut benua Rom \"tiga bulan perjalanan dari Masir\" (hlm. 448). Teks menyebut melalui \"negeri dan pulau dan gunung dan selat\" tanpa menamakannya."},{"n":110,"bab":26,"dari":"bandar Ibrahim Kakan","ke":"Setambul","cara":"darat","kend":"kuda","tujuan":"mengiringkan surat dan bingkis Raja Melaka yang diarak ke ibu negeri Rom","bersama":["Maharaja Setia","segala orang Melaka","raja-raja dan pegawai Rom yang menyambut"],"tempoh":"empat puluh hari","berangkat":{"hlm":"466","petikan":"Maka Laksamana dan segala orang Melaka sekaliannya pun diberinya kuda seorang seekor lalu berjalan dengan segala bunyi-bunyian terlalu gegak gempita bunyinya."},"tiba":{"hlm":"466","petikan":"Setelah hampirlah dekat, maka dilihat oleh Laksamana dan Maharaja Setia pintu gerbang negeri itu daripada besi khursani, diukir bangun-bangunan seperti pelbagai rupa perbuatannya."},"di_sana":"Surat dan bingkis diarak masuk dan dibaca di hadapan Mangkubumi keempat. Laksamana dipelihara bergilir-gilir oleh empat Mangkubumi, berjalan melihat negeri, mengiringkan raja ke masjid Baiturrahim Ratna Kemala, dan akhirnya dibawa mengadap Sultan Rom yang bersemayam di dalam kelambu jala-jala emas. Dikurnia persalin dan memilih kira-kira lapan ratus pucuk bedil.","pasti":"nyata","catatan":"Teks menyebut \"negeri Rom yang bernama Setambul\" dan \"negeri Setambul\". Surat dan bingkis dinaikkan ke atas gajah; orang Melaka berkuda. Sepanjang jalan ada empat puluh balai persinggahan, tidak bernama. Lama tinggal di Setambul disebut tidak seragam: empat bulan melihat negeri (hlm. 468), kemudian enam bulan (hlm. 468) dan sembilan bulan (hlm. 469) dalam ucapan Laksamana sendiri."},{"n":111,"bab":26,"dari":"Setambul","ke":"bandar Ibrahim Kakan","cara":"darat","kend":"","tujuan":"pulang ke perahu membawa surat balas, bingkis dan bedil","bersama":["Maharaja Setia","enam belas orang pegawai"],"tempoh":"empat puluh hari perjalanan","berangkat":{"hlm":"475","petikan":"Maka Laksamana sekalian pun turunlah mengiringkan surat dan bingkis itu. Maka orang sepanjang jalan empat puluh hari perjalanan itu pun terlalu ramai melihat surat dan bingkis diarak itu"},"tiba":{"hlm":"475","petikan":"Hatta dengan demikian surat dan bingkis itu pun sampailah ke kampung Ibrahim Kakan. Maka surat dan bingkis itu pun disambut orang dibawanya naik ke rumah Ibrahim Kakan, ditaruhnya pada tempat yang mulia."},"di_sana":"Memuatkan kurnia Raja Rom ke perahu, menerima kiriman Mangkubumi dan Ibrahim Kakan untuk Raja Melaka dan Bendahara, lalu bermohon kepada Ibrahim Kakan suami isteri dan Syahbandar.","pasti":"nyata","catatan":"Kenderaan untuk perjalanan pulang ini tidak disebut. Tempat tiba disebut \"negeri Ibrahim Kakan yang di tepi laut\" dan \"kampung Ibrahim Kakan\"."},{"n":112,"bab":26,"dari":"bandar Ibrahim Kakan","ke":"Melaka","cara":"laut","kend":"Mendam Berahi","tujuan":"pulang dari perutusan ke benua Rom","bersama":["Maharaja Setia","enam belas orang pegawai"],"tempoh":"kira-kira empat bulan","berangkat":{"hlm":"476","petikan":"Maka Laksamana dan Maharaja Setia pun berpeluk bercium bertangis-tangisan lalu turun ke perahu. Maka Laksamana pun menyuruh orang membongkar sauh lalu belayar."},"tiba":{"hlm":"476","petikan":"Hatta berapa lamanya, kira-kira empat bulan Laksamana belayar itu malam siang tiada turun layar lagi, maka Laksamana pun sampailah ke kuala Melaka."},"di_sana":"Berlabuh di kuala Melaka, disambut pegawai muda-muda, lalu masuk mengadap dan menceritakan kebesaran Raja Rom kepada baginda. Keesokan harinya surat, bingkis dan bedil dibawa naik.","pasti":"nyata","catatan":"Tiada satu pun persinggahan disebut dalam pelayaran pulang; teks hanya berkata \"malam siang tiada turun layar lagi\". Tempat tiba ialah \"kuala Melaka\", kemudian naik mengadap raja (hlm. 477)."},{"n":113,"bab":27,"dari":"Melaka","ke":"Tanjung Jugara","cara":"tidak dinyatakan","kend":"","tujuan":"bersara untuk berkhalwat","bersama":["tuan syeikh (guru Laksamana)"],"tempoh":"","berangkat":{"hlm":"483","petikan":"Syahadan maka Bendahara dan Temenggung dan Laksamana pun bermohonlah pada raja pergi berbuat tempat duduk berkhalwat."},"tiba":{"hlm":"483","petikan":"Adapun Bendahara duduk di Tanjung Keling dan Temenggung di Tanjung Tuan dan Laksamana duduk di Tanjung Jugara. Adapun di atas Bukit Jugara itulah diperbuatnya suatu dukuh tempat berkhalwat."},"di_sana":"Membuat sebuah dukuh di atas Bukit Jugara dan tinggal berdua dengan gurunya, seorang syeikh peranakan Gujarat, beribadat siang malam tanpa lagi mengingati urusan dunia. Perahu yang lalu di laut Tanjung Jugara membuang sebilah seligi dan sebutir peluru sebagai tanda hormat kepadanya.","pasti":"nyata","catatan":"Teks menyebut \"Tanjung Jugara\" sebagai tempat duduknya dan \"Bukit Jugara\" sebagai tempat dukuh itu; bab 28 menyebut \"bukit Tanjung Jugara\" (hlm. 489). Cara perjalanan tidak dinyatakan. Sebelum itu dalam bab ini Laksamana ditanam hidup-hidup di \"tempat kubur\" yang tidak bernama; dia pergi ke situ berjalan kaki dari rumahnya, jadi tidak dicatat sebagai gerak."},{"n":114,"bab":28,"dari":"Tanjung Jugara","ke":"hulu Sungai Perak","cara":"tidak dinyatakan","kend":"","tujuan":"tidak dinyatakan","bersama":[],"tempoh":"","berangkat":null,"tiba":{"hlm":"491","petikan":"Maka sekarang sekali khabarnya Tun Tuah ada di pucuk hulu Sungai Perak, ia duduk menjadi raja segala biduandanya orang hutan."},"di_sana":"Menurut khabar orang, Tun Tuah tidak mati; dia tinggal di pucuk hulu Sungai Perak menjadi raja orang hutan, dan kadang-kadang masih bertemu dengan orang.","pasti":"tersirat","catatan":"Ini khabar orang (\"kata orang\", \"khabarnya\"), bukan perjalanan yang diceritakan; teks tidak menyebut bila atau bagaimana dia ke sana. Teks sendiri memberi dua kenyataan lain tentang kesudahannya: yang berkhalwat di bukit Tanjung Jugara \"tiadalah tersebut lagi, entah mati entah ghaib\" (hlm. 489), dan \"Tun Tuah pun tiada tersebut lagi, di dalam negeri itulah\" (hlm. 491). Nama dalam teks ialah \"pucuk hulu Sungai Perak\". Dalam kisah Feringgi menyerang Melaka (hlm. 486-487) ada \"Laksamana\" yang menjaga negeri dan bermesyuarat bersama Bendahara dan Temenggung, tetapi gelaran itu sudah diberi kepada anaknya Tun Nadim dalam bab 27 (hlm. 479) dan teks tidak menyebut Hang Tuah turun dari tempat khalwatnya, jadi tiada gerak dicatat untuk kisah itu. Hlm. 489 pula meletakkan raja Melaka, Bendahara dan Temenggung sekali di bukit Tanjung Jugara, bercanggah dengan bab 27 (Tanjung Keling, Tanjung Tuan, dan raja ghaib ketika mengembara)."}],"jalan":[{"no":1,"bab":"2","tajuk":"Berpindah ke Bentan","ringkas":"Hang Mahmud membawa isteri dan anaknya dari Sungai Duyung ke Bentan supaya mudah mencari makan. Di Bentan Hang Tuah membesar dan bersahabat dengan Hang Jebat, Hang Kasturi, Hang Lekir dan Hang Lekiu.","g":[1,1],"laluan":["Sungai Duyung","Bentan"],"ruas":[{"a":"Sungai Duyung","b":"Bentan","g":[1],"cara":"laut","pasti":"nyata"}],"hlm":["18","18"]},{"no":2,"bab":"2","tajuk":"Merantau dengan perahu lading","ringkas":"Lima sahabat belayar merantau mencari makan. Mereka dikejar tiga buah perahu musuh, bertempur di sebuah pulau, lalu bertemu batin Singapura di laut dan pulang ke Bentan membawa sepuluh orang tawanan.","g":[2,4],"laluan":["Bentan","Pulau Tinggi","selat Singapura","Bentan"],"ruas":[{"a":"Bentan","b":"Pulau Tinggi","g":[2],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Pulau Tinggi","b":"selat Singapura","g":[3],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"selat Singapura","b":"Bentan","g":[4],"cara":"laut","pasti":"nyata"}],"hlm":["20","23"]},{"no":3,"bab":"2","tajuk":"Berguru di Bukit Pancalusa","ringkas":"Lima sahabat itu naik ke bukit berguru ilmu hulubalang kepada Aria Putera, kemudian pulang ke Bentan. Keesokan harinya Hang Tuah membunuh orang mengamuk dan mereka diambil Bendahara sebagai anak angkat.","g":[5,6],"laluan":["Bentan","Bukit Pancalusa","Bentan"],"ruas":[],"hlm":["25","28"]},{"no":4,"bab":"2","tajuk":"Ke Pulau Biram Dewa","ringkas":"Hang Tuah mengiring Tun Mat berburu di Pulau Biram Dewa dan menemui ular cintamani. Sepulangnya dia dibawa mengadap raja dan diambil menjadi hamba raja.","g":[7,8],"laluan":["Bentan","Pulau Biram Dewa","Bentan"],"ruas":[],"hlm":["35","35"]},{"no":5,"bab":"3","tajuk":"Mencari tempat negeri di Pulau Ledang","ringkas":"Mengiring raja berburu dari pulau ke pulau sehingga ke Pulau Ledang. Seekor pelanduk putih menerajang anjing perburuan, lalu raja memutuskan membuat negeri di situ. Hang Tuah tinggal bersama Bendahara sehingga negeri itu siap dan dinamakan Melaka.","g":[9,11],"laluan":["Bentan","segenap pulau","Pulau Ledang","Bentan"],"ruas":[{"a":"Bentan","b":"Pulau Ledang","g":[9,10],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Pulau Ledang","b":"Bentan","g":[11],"cara":"laut","pasti":"nyata"}],"hlm":["53","55"]},{"no":6,"bab":"3","tajuk":"Berpindah ke Melaka","ringkas":"Raja berpindah dari Bentan ke negeri baharu, Melaka, diiringi segala pegawai dan petuanan.","g":[12,12],"laluan":["Bentan","Melaka"],"ruas":[{"a":"Bentan","b":"Melaka","g":[12],"cara":"laut","pasti":"tersirat"}],"hlm":["60","60"]},{"no":7,"bab":"5–6","tajuk":"Utusan meminang ke Majapahit","ringkas":"Hang Tuah menjadi upaduta di bawah Patih Kerma Wijaya, membawa surat meminang puteri Betara Majapahit dengan Mendam Berahi. Pelayaran pulang singgah di Tuban, Jayakatra dan Palembang.","g":[13,17],"laluan":["Melaka","Majapahit","Tuban","Jayakatra","Palembang","Melaka"],"ruas":[{"a":"Melaka","b":"Majapahit","g":[13],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Majapahit","b":"Tuban","g":[14],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Tuban","b":"Jayakatra","g":[15],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Jayakatra","b":"Palembang","g":[16],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Palembang","b":"Melaka","g":[17],"cara":"laut","pasti":"nyata"}],"hlm":["97","112"]},{"no":8,"bab":"6–8","tajuk":"Mengiring raja berkahwin di Majapahit","ringkas":"Raja Melaka belayar dengan kenaikan Kota Segara, singgah di Palembang, Jayakatra dan Tuban. Di Majapahit Hang Tuah membunuh Taming Sari dan digelar Laksamana, berguru kepada Sang Persata Nala di Gunung Wirana Pura, dan membinasakan taman larangan Betara sebelum pulang.","g":[18,29],"laluan":["Melaka","Palembang","Jayakatra","Tuban","Majapahit","Gunung Wirana Pura","Majapahit","taman penglipur lara","Majapahit","Tuban","Jayakatra","Palembang","Melaka"],"ruas":[{"a":"Melaka","b":"Palembang","g":[18],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Palembang","b":"Jayakatra","g":[19],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Jayakatra","b":"Tuban","g":[20],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Tuban","b":"Majapahit","g":[21],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Majapahit","b":"Tuban","g":[26],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Tuban","b":"Jayakatra","g":[27],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Jayakatra","b":"Palembang","g":[28],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Palembang","b":"Melaka","g":[29],"cara":"laut","pasti":"nyata"}],"hlm":["118","166"]},{"no":9,"bab":"9–10","tajuk":"Buangan di Inderapura, melarikan Tun Teja","ringkas":"Difitnah dan dibuang, Hang Tuah belayar ke Inderapura dan bersuaka pada Bendahara Seri Buana. Dia melarikan Tun Teja dengan jong, mengalahkan angkatan Inderapura yang mengejar di Pulau Tinggi, lalu pulang ke Melaka dan diampuni raja.","g":[30,32],"laluan":["Melaka","Inderapura","Pulau Tinggi","Melaka"],"ruas":[{"a":"Melaka","b":"Inderapura","g":[30],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Inderapura","b":"Pulau Tinggi","g":[31],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Pulau Tinggi","b":"Melaka","g":[32],"cara":"laut","pasti":"nyata"}],"hlm":["170","202"]},{"no":10,"bab":"11","tajuk":"Menyudahkan Megat Panji Alam","ringkas":"Laksamana belayar ke Inderapura bersama Hang Jebat dan Hang Kasturi. Megat Panji Alam dari Terengganu ditikam di tangga balairung, dan mereka pulang membawa gajah Syah Kertas.","g":[33,35],"laluan":["Melaka","Pulau Tinggi","Inderapura","Melaka"],"ruas":[{"a":"Melaka","b":"Pulau Tinggi","g":[33],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Pulau Tinggi","b":"Inderapura","g":[34],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Inderapura","b":"Melaka","g":[35],"cara":"laut","pasti":"nyata"}],"hlm":["214","223"]},{"no":11,"bab":"13–14","tajuk":"Utusan ke Majapahit kali kedua","ringkas":"Laksamana membawa surat raja Melaka ke Majapahit melalui Tuban dan tinggal enam bulan di sana, menewaskan segala muslihat Patih Gajah Mada.","g":[36,39],"laluan":["Melaka","Tuban","Majapahit","Tuban","Melaka"],"ruas":[{"a":"Melaka","b":"Tuban","g":[36],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Tuban","b":"Majapahit","g":[37],"cara":"darat","pasti":"nyata"},{"a":"Majapahit","b":"Tuban","g":[38],"cara":"darat","pasti":"nyata"},{"a":"Tuban","b":"Melaka","g":[39],"cara":"laut","pasti":"nyata"}],"hlm":["237","256"]},{"no":12,"bab":"14","tajuk":"Mengiring raja ke Majapahit kali kedua","ringkas":"Raja Melaka berangkat dengan Sairul Alamin, singgah tiga hari di Palembang dan tiga hari di Jayakatra, lalu naik dari Tuban ke Majapahit. Mereka pulang apabila Raden Bahar gering.","g":[40,45],"laluan":["Melaka","Palembang","Jayakatra","Tuban","Majapahit","Tuban","Melaka"],"ruas":[{"a":"Melaka","b":"Palembang","g":[40],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Palembang","b":"Jayakatra","g":[41],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Jayakatra","b":"Tuban","g":[42],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Tuban","b":"Majapahit","g":[43],"cara":"darat","pasti":"nyata"},{"a":"Majapahit","b":"Tuban","g":[44],"cara":"darat","pasti":"nyata"},{"a":"Tuban","b":"Melaka","g":[45],"cara":"laut","pasti":"nyata"}],"hlm":["263","279"]},{"no":13,"bab":"14","tajuk":"Menyamar di Bukit China","ringkas":"Laksamana menyamar mengikut tujuh penjurit Marga Paksi yang bersembunyi di Bukit China, berulang-alik masuk mencuri ke dalam negeri, kemudian membius dan memenggal ketujuh-tujuhnya.","g":[46,51],"laluan":["Melaka","Bukit China","Melaka","Bukit China","Melaka","Bukit China","Melaka"],"ruas":[],"hlm":["281","284"]},{"no":14,"bab":"15","tajuk":"Ke dusun di hulu Melaka","ringkas":"Hang Tuah pergi ke dusunnya di hulu Melaka, menjala bersama anak isteri, sebelum dipanggil pulang atas titah raja.","g":[52,53],"laluan":["Melaka","hulu Melaka","Melaka"],"ruas":[{"a":"Melaka","b":"hulu Melaka","g":[52],"cara":"tidak dinyatakan","pasti":"nyata"},{"a":"hulu Melaka","b":"Melaka","g":[53],"cara":"sungai","pasti":"nyata"}],"hlm":["288","288"]},{"no":15,"bab":"15–17","tajuk":"Disembunyikan di hulu Melaka","ringkas":"Raja menitahkan Hang Tuah dibunuh, tetapi Bendahara menyembunyikannya di dusun di hulu Melaka. Di sana dia berguru kepada Syeikh Mansur, sehingga dipanggil pulang untuk membunuh Hang Jebat.","g":[54,57],"laluan":["Melaka","dusun Bendahara","dusun Syeikh Mansur","dusun Bendahara","Melaka"],"ruas":[{"a":"Melaka","b":"dusun Bendahara","g":[54],"cara":"tidak dinyatakan","pasti":"nyata"},{"a":"dusun Bendahara","b":"Melaka","g":[57],"cara":"sungai","pasti":"nyata"}],"hlm":["290","308"]},{"no":16,"bab":"19","tajuk":"Utusan ke benua Keling dan benua China","ringkas":"Dengan Mendam Berahi Laksamana singgah di Pulau Biram Dewa dan bertemu Nabi Khidir, tiba di Nagapatam, lalu berkuda ke Bijaya Nagaram mengadap Kisna Rayan. Kisna Rayan mengutusnya pula ke benua China, dan dia pulang ke Melaka melalui benua Keling.","g":[58,66],"laluan":["Melaka","Pulau Biram Dewa","Nagapatam","Bijaya Nagaram","Nagapatam","benua China","Nagapatam","Bijaya Nagaram","Nagapatam","Melaka"],"ruas":[{"a":"Melaka","b":"Nagapatam","g":[58,59],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Nagapatam","b":"Bijaya Nagaram","g":[60],"cara":"darat","pasti":"nyata"},{"a":"Bijaya Nagaram","b":"Nagapatam","g":[61],"cara":"darat","pasti":"nyata"},{"a":"Nagapatam","b":"benua China","g":[62],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"benua China","b":"Nagapatam","g":[63],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Nagapatam","b":"Bijaya Nagaram","g":[64],"cara":"darat","pasti":"tersirat"},{"a":"Bijaya Nagaram","b":"Nagapatam","g":[65],"cara":"darat","pasti":"tersirat"},{"a":"Nagapatam","b":"Melaka","g":[66],"cara":"laut","pasti":"nyata"}],"hlm":["342","374"]},{"no":17,"bab":"20","tajuk":"Merajakan Raden Bahar di Majapahit","ringkas":"Laksamana menghantar Raden Bahar ke Majapahit untuk dirajakan. Dalam pelayaran pulang dia diadang lima belas perahu Adipati Solok di Tanjung Krawang dan menewaskannya.","g":[67,71],"laluan":["Melaka","Tuban","Majapahit","Tuban","Tanjung Krawang","Melaka"],"ruas":[{"a":"Melaka","b":"Tuban","g":[67],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Tuban","b":"Majapahit","g":[68],"cara":"darat","pasti":"nyata"},{"a":"Majapahit","b":"Tuban","g":[69],"cara":"darat","pasti":"nyata"},{"a":"Tuban","b":"Tanjung Krawang","g":[70],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Tanjung Krawang","b":"Melaka","g":[71],"cara":"laut","pasti":"nyata"}],"hlm":["376","380"]},{"no":18,"bab":"20","tajuk":"Menghantar Adipati Solok ke Berunai","ringkas":"Laksamana menghantar Adipati Solok pulang kepada ayahandanya, pengeran Berunai, dan kembali membawa surat dan bingkis.","g":[72,73],"laluan":["Melaka","Berunai","Melaka"],"ruas":[{"a":"Melaka","b":"Berunai","g":[72],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Berunai","b":"Melaka","g":[73],"cara":"laut","pasti":"nyata"}],"hlm":["383","386"]},{"no":19,"bab":"21","tajuk":"Utusan ke benua Siam","ringkas":"Laksamana singgah melihat Patani, kemudian mengadap Phra Cau untuk meminta beli gajah. Di kuala benua Siam dia mengalahkan perahu-perahu Jepun yang mengadang, lalu pulang membawa gajah.","g":[74,77],"laluan":["Melaka","Patani","benua Siam","kuala benua Siam","Melaka"],"ruas":[{"a":"Melaka","b":"Patani","g":[74],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Patani","b":"benua Siam","g":[75],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"benua Siam","b":"kuala benua Siam","g":[76],"cara":"sungai","pasti":"nyata"},{"a":"kuala benua Siam","b":"Melaka","g":[77],"cara":"laut","pasti":"nyata"}],"hlm":["389","394"]},{"no":20,"bab":"22","tajuk":"Mencari tempat negeri di Lingga","ringkas":"Bendahara dan Laksamana mencari tempat untuk dibuat negeri bagi anakanda raja, lalu membuka negeri di gunung Lingga.","g":[78,79],"laluan":["Melaka","Lingga","Melaka"],"ruas":[{"a":"Melaka","b":"Lingga","g":[78],"cara":"tidak dinyatakan","pasti":"nyata"},{"a":"Lingga","b":"Melaka","g":[79],"cara":"tidak dinyatakan","pasti":"nyata"}],"hlm":["397","397"]},{"no":21,"bab":"22","tajuk":"Mengalahkan Terengganu","ringkas":"Atas titah raja, Laksamana melanggar Terengganu. Raja Terengganu undur ke hulu dan negeri itu takluk ke Melaka.","g":[80,81],"laluan":["Melaka","Terengganu","Melaka"],"ruas":[{"a":"Melaka","b":"Terengganu","g":[80],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Terengganu","b":"Melaka","g":[81],"cara":"laut","pasti":"nyata"}],"hlm":["408","408"]},{"no":22,"bab":"22","tajuk":"Membina istana di Bentan","ringkas":"Laksamana ke Bentan membina istana tujuh belas ruang untuk anakanda raja.","g":[82,83],"laluan":["Melaka","Bentan","Melaka"],"ruas":[{"a":"Melaka","b":"Bentan","g":[82],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Bentan","b":"Melaka","g":[83],"cara":"laut","pasti":"nyata"}],"hlm":["410","410"]},{"no":23,"bab":"22","tajuk":"Merajakan dua putera raja","ringkas":"Laksamana membawa Sultan Mahmud dan Sultan Ahmad dengan Sairul Alamin, menabalkan seorang di Lingga dan Sultan Ahmad di Bentan.","g":[84,86],"laluan":["Melaka","Lingga","Bentan","Melaka"],"ruas":[{"a":"Melaka","b":"Lingga","g":[84],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Lingga","b":"Bentan","g":[85],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Bentan","b":"Melaka","g":[86],"cara":"laut","pasti":"nyata"}],"hlm":["411","414"]},{"no":24,"bab":"23","tajuk":"Menundukkan Inderapura","ringkas":"Selepas Hang Kadim dibunuh di Inderapura, angkatan Laksamana berlabuh di Pulau Tinggi lalu masuk ke Inderapura. Raja Inderapura menyerah dan berjanji menghantar upeti setahun sekali.","g":[87,89],"laluan":["Melaka","Pulau Tinggi","Inderapura","Melaka"],"ruas":[{"a":"Melaka","b":"Pulau Tinggi","g":[87],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Pulau Tinggi","b":"Inderapura","g":[88],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Inderapura","b":"Melaka","g":[89],"cara":"laut","pasti":"nyata"}],"hlm":["421","423"]},{"no":25,"bab":"24","tajuk":"Mengiring raja ke Singapura","ringkas":"Dalam pelayaran bermain ke Singapura, mahkota raja jatuh ke laut. Laksamana menyelam mendapatkannya, tetapi buaya putih menyambar kerisnya; mahkota dan keris kedua-duanya hilang, dan angkatan berpatah balik.","g":[90,91],"laluan":["Melaka","selat Singapura","Melaka"],"ruas":[{"a":"Melaka","b":"selat Singapura","g":[90],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"selat Singapura","b":"Melaka","g":[91],"cara":"laut","pasti":"nyata"}],"hlm":["426","428"]},{"no":26,"bab":"24","tajuk":"Berperang dengan Feringgi","ringkas":"Laksamana keluar menghadapi armada Feringgi kira-kira sehari belayar dari Melaka. Dia mengalahkan beberapa buah ghali, tetapi terkena peluru dan terpelanting ke air, lalu dibawa undur.","g":[92,93],"laluan":["Melaka","laut sehari belayar dari Melaka","Melaka"],"ruas":[],"hlm":["433","435"]},{"no":27,"bab":"25–26","tajuk":"Utusan ke benua Rom dan naik haji","ringkas":"Pelayaran paling jauh: melalui Aceh, tanah Dewa dan Bab Mokha ke Judah, naik haji di Mekah dan ziarah ke Madinah, singgah di Masir, kemudian ke benua Rom dan berkuda empat puluh hari ke Setambul untuk membeli bedil. Pelayaran pulang ke Melaka mengambil kira-kira empat bulan.","g":[94,112],"laluan":["Melaka","Aceh","Pulau Dewa","Bab Mokha","Judah","kaki bukit","Mekah","Bukit Arafah","Mina","Mekah","Madinah","Baki","Jabal Uhud","Madinah","Judah","Masir","bandar Ibrahim Kakan","Setambul","bandar Ibrahim Kakan","Melaka"],"ruas":[{"a":"Melaka","b":"Aceh","g":[94],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Aceh","b":"Pulau Dewa","g":[95],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Pulau Dewa","b":"Bab Mokha","g":[96],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Bab Mokha","b":"Judah","g":[97],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Judah","b":"Mekah","g":[98,99],"cara":"darat","pasti":"nyata"},{"a":"Mekah","b":"Madinah","g":[103],"cara":"darat","pasti":"nyata"},{"a":"Madinah","b":"Judah","g":[107],"cara":"darat","pasti":"nyata"},{"a":"Judah","b":"Masir","g":[108],"cara":"laut","pasti":"nyata"},{"a":"Masir","b":"Setambul","g":[109,110],"cara":"darat","pasti":"nyata"},{"a":"Setambul","b":"Melaka","g":[111,112],"cara":"laut","pasti":"nyata"}],"hlm":["439","476"]},{"no":28,"bab":"27","tajuk":"Bersara ke Tanjung Jugara","ringkas":"Laksamana meninggalkan urusan dunia dan berkhalwat di sebuah dukuh di atas Bukit Jugara bersama gurunya.","g":[113,113],"laluan":["Melaka","Tanjung Jugara"],"ruas":[{"a":"Melaka","b":"Tanjung Jugara","g":[113],"cara":"tidak dinyatakan","pasti":"nyata"}],"hlm":["483","483"]},{"no":29,"bab":"28","tajuk":"Khabar di hulu Sungai Perak","ringkas":"Bukan perjalanan yang diceritakan, tetapi khabar orang di penghujung hikayat: Tun Tuah tidak mati, dia ada di pucuk hulu Sungai Perak menjadi raja orang hutan.","g":[114,114],"laluan":["Tanjung Jugara","hulu Sungai Perak"],"ruas":[{"a":"Tanjung Jugara","b":"hulu Sungai Perak","g":[114],"cara":"tidak dinyatakan","pasti":"tersirat"}],"hlm":["491","491"]}],"tempat":{"Melaka":{"lon":102.25,"lat":2.19,"s":"tepat","moden":"Bandar Melaka","n":24},"Pulau Ledang":{"s":"tumpang","induk":"Melaka","nota":"Pulau inilah yang dibuat negeri dan dinamakan Melaka (hlm. 55), jadi di peta ia titik yang sama dengan Melaka.","n":1},"Bukit China":{"s":"tumpang","induk":"Melaka","nota":"Teks: “sebuah bukit di luar negeri itu” (hlm. 280). Terlalu dekat dengan Melaka untuk dilukis sebagai laluan.","n":3},"laut sehari belayar dari Melaka":{"s":"tumpang","induk":"Melaka","nota":"Tempat pertempuran dengan Feringgi tidak dinamakan; teks hanya menyebut sekira-kira sehari belayar dari kuala Melaka.","n":1},"hulu Melaka":{"lon":102.33,"lat":2.4,"s":"anggaran","moden":"pedalaman di hulu Sungai Melaka","nota":"Dusun Hang Tuah sendiri di hulu Melaka. Teks tidak memberi letaknya; titik di peta sekadar menunjukkan arah ke hulu.","n":1},"dusun Bendahara":{"s":"tumpang","induk":"hulu Melaka","nota":"Di hulu Melaka, “tujuh hari tujuh malam dari negeri Melaka jauhnya” (hlm. 290). Letaknya tidak dapat ditentukan.","n":2},"dusun Syeikh Mansur":{"s":"tumpang","induk":"hulu Melaka","nota":"“Suatu dusun pada kaki bukit” berhampiran dusun Bendahara; dusun dan bukitnya tidak bernama dalam teks.","n":1},"Sungai Duyung":{"lon":102.29,"lat":2.215,"s":"anggaran","moden":"Duyong, Melaka (menurut tradisi setempat)","nota":"Teks tidak menyatakan di mana Sungai Duyung. Titik ini mengikut tradisi setempat di Melaka; ada juga tradisi lain.","n":1},"Bentan":{"lon":104.45,"lat":1.07,"s":"tepat","moden":"Pulau Bintan, Kepulauan Riau","n":7},"Bukit Pancalusa":{"s":"tumpang","induk":"Bentan","nota":"Bukit tempat Aria Putera bertapa; daripada teks ia nampaknya dekat negeri Bentan. Letaknya tidak dapat ditentukan.","n":1},"Pulau Biram Dewa":{"s":"tidak","nota":"Pulau dalam cerita yang tidak dapat dikenal pasti. Dalam Bab 2 ia dekat Bentan; dalam Bab 19 ia persinggahan tujuh hari belayar dari Melaka dalam pelayaran ke benua Keling.","n":2},"segenap pulau":{"s":"tidak","nota":"Persinggahan tidak bernama: “singgah segenap pulau berburu dan bermain” (hlm. 53).","n":1},"Pulau Tinggi":{"lon":104.12,"lat":2.3,"s":"tepat","moden":"Pulau Tinggi, Mersing, Johor","n":4},"selat Singapura":{"lon":103.85,"lat":1.2,"s":"tepat","moden":"Selat Singapura","n":2},"Palembang":{"lon":104.76,"lat":-2.99,"s":"tepat","moden":"Palembang, Sumatera Selatan","n":4},"Jayakatra":{"lon":106.81,"lat":-6.13,"s":"tepat","moden":"Jakarta","n":4},"Tanjung Krawang":{"lon":107.0,"lat":-5.93,"s":"anggaran","moden":"Tanjung Karawang, Jawa Barat","nota":"Teks: “tanjung Jayakatra, namanya tanjung itu Tanjung Krawang” (hlm. 378).","n":1},"Tuban":{"lon":112.05,"lat":-6.9,"s":"tepat","moden":"Tuban, Jawa Timur","n":9},"Majapahit":{"lon":112.38,"lat":-7.56,"s":"tepat","moden":"Trowulan, Jawa Timur","n":7},"Gunung Wirana Pura":{"s":"tumpang","induk":"Majapahit","nota":"Gunung pertapaan Sang Persata Nala. Tidak dapat dikenal pasti; hanya diketahui dicapai dengan berjalan kaki dari Majapahit.","n":1},"taman penglipur lara":{"s":"tumpang","induk":"Majapahit","nota":"Taman larangan Betara Majapahit “di luar kota” (hlm. 159).","n":1},"Inderapura":{"lon":103.39,"lat":3.49,"s":"anggaran","moden":"Pekan, Pahang","nota":"Inderapura dalam hikayat ini ialah negeri Pahang; titik diletakkan di Pekan.","n":3},"Terengganu":{"lon":103.14,"lat":5.33,"s":"tepat","moden":"Kuala Terengganu","n":1},"Patani":{"lon":101.25,"lat":6.87,"s":"tepat","moden":"Pattani, selatan Thailand","n":1},"benua Siam":{"lon":100.57,"lat":14.35,"s":"anggaran","moden":"Ayutthaya","nota":"Teks hanya menyebut “benua Siam”. Titik diletakkan di Ayutthaya, pusat kerajaan Siam pada zaman itu.","n":1},"kuala benua Siam":{"lon":100.58,"lat":13.55,"s":"anggaran","moden":"kuala Sungai Chao Phraya","n":1},"Lingga":{"lon":104.6,"lat":-0.2,"s":"tepat","moden":"Pulau Lingga, Kepulauan Riau","n":2},"Berunai":{"lon":114.94,"lat":4.89,"s":"tepat","moden":"Brunei","n":1},"Nagapatam":{"lon":79.84,"lat":10.77,"s":"tepat","moden":"Nagapattinam, Tamil Nadu","n":4},"Bijaya Nagaram":{"lon":76.46,"lat":15.335,"s":"anggaran","moden":"Vijayanagara (Hampi), Karnataka","nota":"Dikenal pasti melalui nama. Teks menyebutnya tujuh hari perjalanan dari Nagapatam.","n":2},"benua China":{"lon":110.35,"lat":20.02,"s":"anggaran","moden":"Hainan","nota":"Teks: “benua China yang bernama Bakang Hainam” (hlm. 364). Titik diletakkan di Hainan berdasarkan nama itu; pengenalan ini tidak pasti.","n":1},"Aceh":{"lon":95.32,"lat":5.55,"s":"tepat","moden":"Banda Aceh","n":1},"Pulau Dewa":{"lon":73.51,"lat":4.17,"s":"anggaran","moden":"Kepulauan Maldives","nota":"Teks menyebut “tanah Dewa” yang “terlalu banyak pulaunya”. Dilalui sahaja, tidak disinggahi.","n":1},"Bab Mokha":{"lon":43.33,"lat":12.75,"s":"anggaran","moden":"Bab el-Mandeb, berhampiran Mokha","nota":"Laut deras dengan tanah Habsyah di kiri dan tanah Mokha di kanan. Dilalui sahaja, tidak disinggahi.","n":1},"Judah":{"lon":39.19,"lat":21.49,"s":"tepat","moden":"Jeddah","n":2},"kaki bukit":{"s":"tidak","nota":"Tempat kafilah berhenti antara Judah dengan Mekah; tidak bernama dalam teks.","n":1},"Mekah":{"lon":39.826,"lat":21.422,"s":"tepat","moden":"Makkah","n":2},"Bukit Arafah":{"s":"tumpang","induk":"Mekah","nota":"Sebahagian daripada kawasan haji di sekitar Mekah.","n":1},"Mina":{"s":"tumpang","induk":"Mekah","nota":"Sebahagian daripada kawasan haji di sekitar Mekah.","n":1},"Madinah":{"lon":39.61,"lat":24.47,"s":"tepat","moden":"Madinah","n":2},"Baki":{"s":"tumpang","induk":"Madinah","nota":"Perkuburan Baqi di Madinah.","n":1},"Jabal Uhud":{"s":"tumpang","induk":"Madinah","nota":"Bukit Uhud di pinggir Madinah.","n":1},"Masir":{"lon":31.24,"lat":30.04,"s":"anggaran","moden":"Mesir (Kaherah)","nota":"Teks menyebut negeri Masir, kuala Masir dan Sungai Nil. Titik diletakkan di Kaherah.","n":1},"bandar Ibrahim Kakan":{"s":"tidak","nota":"Pelabuhan benua Rom tempat angkatan berlabuh, empat puluh hari perjalanan dari Setambul. Tidak dapat dikenal pasti; teks sendiri bercanggah, kerana mula-mula menyebut pelabuhan itu sebagai Setambul (hlm. 452).","n":2},"Setambul":{"lon":28.98,"lat":41.01,"s":"tepat","moden":"Istanbul","n":1},"Tanjung Jugara":{"lon":101.42,"lat":2.83,"s":"anggaran","moden":"mungkin Bukit Jugra, Selangor","nota":"Teks menyebut Tanjung Jugara dan Bukit Jugara. Titik diletakkan di Bukit Jugra berdasarkan persamaan nama; pengenalan ini tidak pasti.","n":1},"hulu Sungai Perak":{"lon":101.2,"lat":5.35,"s":"anggaran","moden":"Hulu Perak","nota":"“Pucuk hulu Sungai Perak”; teks tidak memberi tempat yang lebih tepat.","n":1}}}